"Ada 10 orang lebih dalam satu kamar. Karena over kapasitas makanya yang seharusnya 5 orang kami isi sampai 15 orang, kapasitas 7 orang diisi 21 orang, tergantung kondisi di Lapas." ungkap Kepala Lapas Klas IIA Balikpapan Pujiono Slamet kepada Korankaltim.com di ruang kerjanya Sabtu (22/10/2022) hari ini.
Namun sebelum masuk kamar nomor 7 tersebut AGM terlebih dahulu menjalani Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) untuk mendeteksi terjadinya aksi yang dapat menimbulkan kegaduhan.
"Setiap warga binaan yang baru selalu ditempatkan di Mapenaling karena kami tidak sembarangan, tidak tahu dari seribu orang yang ada di Lapas ini apakah ada musuhnya, ada yang suka dan tidak. Kalau langsung dimasukan bisa terjadi kerusuhan dan lainnya bagaimana." paparnya.
Di Lapas Klas IIA Balikpapan saat ini tercatat ada 1.147 WBP. Iidealnya WBP ditempatkan di sel khusus sesuai tindak pidananya namun hal itu tidak dapat diterapkan lantaran over kapasitas.
"Jadi secara prinsip penempatan di Lapas yang pertama harus dibedakan jenis kelamin tapi di Lapas Balikpapan kan tidak ada kamar wanita, yang kedua tentunya dikondisikan perkasus dan untuk Tipikor atau tahan pajak biasanya itu ditempat tersendiri. Sudah ada 7 orang kasus tipikor dan ketambahan AGM jadi 8 orang. Kami tempatkan di kamar tersendiri namun karena kondisi Lapas Klas II A Balikpapan over kapasitas tentunya kami tambahkan dengan kasus lain jadi tidak bisa kami menepati sesuai dengan kasus." ujar Pujiono.
Beberapa waktu lalu keluarga AGM juga sudah ada yang membesuk yaitu istri dan anak-anaknya. "Ya ada keluarga terdekat istri sama anak-anaknya sudah membesuk. Dia juga meminta hanya dibesuk keluarga terdekat saja," tutup Pujiono.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur