Kepala Disperkim Kota Balikpapan, Arfiansyah mengatakan, pihaknya berharap khusunya camat dan lurah untuk memonitoring agar RT terus mendata.
"Kami berharap jumlah RT di wilayahnya sama dengan jumlah RT yang menginput. Nah perkara dia tidak mengisi data RTLH itu risikonya ditanggung masing-masing. Karena yang kami utamakan adalah program ke depan, itu yang sudah ada bank datanya. Jadi silahkan tidak mengisi data tapi isi dulu RT-nya biar sama," ujarnya kepada awak media.
Untuk target Arfi katakan, diakhir Oktober pihaknya akan tutup untuk pendataan. Pihaknya berencana Senin nanti akan berkoodinasi dengan wali kota agar dapat memotivasi mengisi bank data yaitu 5 data 5 program.
"Ini launchingpertama sebagai pilot projek dengan waktu singkat dan melalui via handphone, langsung diberikan bantuan yang disupport oleh empat perusahaan di Balikpapan. Kami sangat apresiasi," jelasnya.
Tak hanya itu, untuk bantuan yang menggunakan APBD kota untuk bantuan RTLH 66 unit minggu depan sudah akan penyerahan meterial. "Untuk lokasi masih kami diskusikan, karena ada 8 kelurahan. Kami berharap nanti bisa dihadiri wali kota karena program berbasis untuk masyarakat," tandasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Maruly Zainuddin