Tim Pemulihan Keadaan Darurat (TPKD) DPPU Sepinggan langsung melakukan proses penanggulangan menggunakan oil spill kit atau peralatan untuk menangani tumpahan minyak.
Penanganan dijalankan di tengah mendung pekat. Tiba-tiba petir menyambar dan mengakibatkan kebakaran di sekitar T-03. Satu petugas TKPD terluka.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga di Balikpapan yang menerima laporan segera menginstruksikan untuk dilakukan prosedur evakuasi kepada pekerja agar keluar dari DPPU Sepinggan.
Keadaan darurat Level 1 dan Pusat Komando Kendali (Puskodal) Region Kalimantan diaktifkan. Tim medis Regional Kalimantan yang sudah tiba di lokasi kejadian mengevakuasi petugas yang terluka untuk dilakukan pertolongan pertama.
Pemadaman kebakaran diupayakan dengan menggunakan peralatan yang tersedia. Tetapi api semakin membesar, sedangkan petugas dan alat yang tersedia kurang.
Akhirnya dipanggil Airport Rescue Fire Fighter (ARFF) dan Pemadam Kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan serta Rumah Sakit Angkatan Udara Republik Indonesia (RS AURI). Sementara Manager HSSE Region menghubungi Pertamina Group Kalimantan (PGK) untuk meminta bantuan.
Termasuk petugas dari Polsek Kawasan Bandara SAMS Sepinggan untuk pengamanan karena banyaknya warga yang datang untuk meminta penjelasan dan ganti rugi serta mulai memprovokasi warga yang lain.
Sedangkan kebakaran berhasil dipadamkan setelah 90 menit petugas berjibaku dengan kobaran dan panasnya api. Status keadaan darurat pun dicabut.
EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, M Taufiq Setyawan menjelaskan simulasi bertujuan untuk meningkatkan kesiagaan dan kesigapan dalam menangani keadaan darurat sesuai prosedur standar operasi yang berlaku.
"Simulasi PKD ini minimal dilakukan setiap setahun sekali dan sekaligus melatih pemahaman tugas dan tanggung jawab setiap fungsi terhadap kondisi darurat yang sewaktu-waktu bisa terjadi," terangnya kepada Korankaltim.com, Selasa (18/10/2022) siang.
Pertamina sudah telah berkoordinasi dengan pihak eksternal dan internal terkait kegiatan simulasi keadaan darurat yang dilaksanakan pada Senin, 17 Oktober 2022 kemarin. Melibatkan tim bantuan dari kepolisian, pemadam kebakaran dan rumah sakit terdekat.
Tidak kalah penting dalam pelaksanaan simulasi ini adalah alur komunikasi dalam menghadapi kondisi darurat termasuk melaporkan situasi terkini ke Polresta Balikpapan, Polda Kaltim, Wali Kota Balikpapan dan Gubernur Kaltim serta Direksi Pertamina.
"Keadaan darurat level 1 adalah kondisi darurat yang tidak bisa ditanggulangi oleh satu unit lokasi saja, tetapi membutuhkan bantuan dari lokasi Pertamina Patra Niaga lain atau bantuan eksternal seperti dari Pertamina Grup hingga BPBD dan kepolisian," sebutnya.
"Tetapi kami berharap tidak ada insiden terjadi, namun demikian kami tetap waspada jika memang kami harus menghadapi keadaan darurat, kami optimistis bisa menanganinya dengan baik," tutup Taufiq.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur