Farida mengalami luka tikam dibagian dada sedangkan Albi di bagian dahi, tangan dan perut. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebelum mengetahui adanya penikaman tersebut, warga setempat dikejutkan dengan teriakan maling dari dalam rumah Farida. "Kejadian sekitar jam setengah empat lewat, saat itu hujan deras, saya siap-siap mau salat Subuh tiba-tiba ada suara ibu-ibu berteriak “maling-maling, saya ditikam”. Saya dan beberapa warta langsung mendatangi rumah Ibu Farida," jelas Salma, tetangga korban.
Saat didatangi ke sumber suara, terlihat Farida dan Albi sudah berlumuran darah yang menempel di baju. Warga kemudian memberikan pertolongan pertama, sembari melaporkan kejadian itu ke Polsek Balikpapan Utara. "Pelaku penikaman kabur lewat kebun naik ke samping rumah," sebutnya lagi.
Sementara Fani kepada Korankaltim.com menjelaskan, terduga pelaku merupakan mantan pacarnya yang berinsial DR. Sebelumnya dia terlibat cekcok lantaran DR meminta kembali merajut asmara, akan tetapi Fani menolak.
"Dia mantan pacar saya, kami sudah putus empat hari yang lalu tapi dia mengajak balikan, saya tidak mau karena saya piker untuk apa sudah 2 tahun pacaran, buang waktu aja. Tabungan buat nikah dia pakai, dia tidak serius," papar Fani.
DR pun sekitar pukul 01.00 WITA mendatangi rumah Fani dan meminta wanita itu keluar menemuinya tapi ditolak. Rupanya DR nekat, dia mematikan seluruh lampu rumah kemudian masuk melalui plafon belakang rumah sekitar jam 03.30 WITA.
"Saya teriak maling-maling, tahunya ibu saya sudah ditusuk di bagian dada, lalu Albi adik saya ditusuk juga. Mereka tidur dan ditikam di ruang tamu, saya di kamar. Dia (DR) mengambil handphone saya, tapi hape dia malah ketinggalan, " papar Fani.
Mendengar teriakan maling, DR kabur lewat pintu belakang dan masuk ke kebun samping rumah. "Dia mau minta maaf ngajak balikan cuma aku gak mau, dia masih sempat chat di Line, jam tigaan dia masuk rumah saat kami tidur. Dia ambil handphone saya tapi saya tidak diapa-apain, " ujarnya lagi.
Tak berapa lama usai mendapatkan laporan adanya penganiayaan anggota Polsek Balikpapan Utara kemudian mendatangi lokasi kejadian. "Sudah ada polisi dari Polsek Utara datang ke rumah. Kami di sini tinggal bertiga saja,"sebutnya.
Saat ini Farida dan Albi masih menjalani perawatan intensif lantaran luka tikaman tersebut. Pantauan media ini di lokasi kejadian, tepat disamping rumah korban disisi kanan ada lahan kosong yang ditumbuhi tanaman bambu serta kelapa.
Dari jalan utama, rumah korban berjarak sekira 50 meter tepat di belakang Masjid Nurul Jihad. Untuk menuju ke rumah tersebut harus melewati gang sempit dan jalan buntu dan rumah Farida terletak di ujung jalan.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur