Adapun tema yang diangkat pada FGD bertajuk "IKN Nusantara Menuju Peradaban Indonesia Ramah lingkungan". Selain, Menko PMK Muhadjir Effendy, FGD juga nampak dihadiri Plt Bupati PPU Hamdam, Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Masjaya, dan 20 staf Kementrian RI.
Menko PMK Muhadjir Effendy menuturkan, forum komunikasi staf ahli yang di gelar di Kaltim ini paling penting untuk dilakukan sebagai manifestasi komitmen antar kementerian dan lembaga terhadap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pembangunan IKN Nusantara menggunakan konsep, forest city, sponge city dan smart city guna menciptakan kota yang akustik atau masa depan. Cerdas, dan ramah lingkungan.
"Tujuan pembangunan IKN Nusantara adalah sebagai bentuk membangun identitas nasional, kota berkelanjutan, dan penggerak Indonesia di masa depan. Kemudian pembangunan IKN juga memperhatikan aspek sosial dan budaya yang ada di Kaltim tanpa mengurangi nilai-nilai budaya dari masyarakat yang ada di Kota," ujarnya.
Selain itu, persoalan SDM juga ada beberapa karakter dalam pembangunan IKN dimana mengusung konsep kota cerdas, dan kota yang serba digital.
Sehingga nanti pergerakan pertama IKN dimulai dengan perpindahan ASN dari Jakarta ke IKN.
“Itu akan terjadi, dan itu dihitung ada sekitar tiga ratus ribu orang yang akan masuk ke IKN. Sebagai orang pendatang pertama, ASN dan seluruh keluarganya. Dan kedatangan ASN dan keluarganya tersebut akan menjadi karakter khas IKN,” jelasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Maruly Zainuddin