"Kelompok masyarakat Anti Radikal di Kaltim siap mendukung pembangunan IKN di Kaltim dengan turut serta menjaga toleransi bergama dalam bermasyarakat untuk menumbuhkan rasa saling menghargai setiap perbedaan."ucap Yunus.
Implementasi masyarakat Anti Radikal dalam mewujudkan dukungan adanya IKN, dengan mengembangkan program agar masyarakat tidak terpapar paham radikal dan terorisme. "Tentu juga kepada masyarakat yang sudah tertapapar paham radikal untuk kembali mencintai NKRI untuk bersedia meninggalkan atau melepaskan diri dari aksi dan kegiatan terorisme."tegasnya.
Menurutnya moderasi beragama berarti cara beragama jalan tengah sesuai pengertian moderasi. Dengan moderasi beragama, seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya. Orang yang mempraktekkannya disebut moderat.
"Moderasi beragama bertujuan untuk menengahi serta mengajak kedua kutub ekstrem dalam beragama untuk bergerak ke tengah, kembali pada esensi ajaran agama, yaitu memanusiakan manusia. " sebut Yunus.
Tegaknya moderasi beragama katanya, perlu dikawal bersama, baik oleh orang per orang maupun lembaga, baik masyarakat maupun negara. Kelompok beragama yang moderat harus lantang bersuara dan tidak lagi memilih menjadi mayoritas yang diam.
"Untuk memperkuat moderasi beragama. Modal sosial itu berupa nilai-nilai budaya lokal, kekayaan keragaman adat istiadat, tradisi bermusyawarah, serta budaya gotong-royong yang diwarisi masyarakat Indonesia secara turun temurun." tutup Yunus. (*/kk)
Penulis: */Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur