Remaja yang masih duduk dibangku SMAN 5 Penajam Paser Utara (PPU) sukses mengibarkan bendera Merah Putih di titik Nol IKN. "Perasaan saya deg-degan dan bangga, apalagi menjalankan pengibaran bendara di IKN pertama kali, ini bagi saya momentum bersejarah. Saya cukup bangga, ini juga kebanggaan orang tua saya dan bersama teman-teman saya,"ucapnya.
Menjadi bagian pasukan pengibar bendera Merah Putih memang bukan hal baru bagi Siti, dia pernah mewakili kabupaten PPU di tingkat provinsi pada 2021 lalu. Pun demikian diakui remaja kelas 12 ini kerap gugup.
Terlebih persiapan menjadi pengibar bendera Merah Putih hanya diberi waktu 3 hari latihan bersama 5 rekan-rekannya. "Kami ada ber enam, latihan cuma tiga hari, dua hari tanpa tiang, satu hari pakai tiang, jadi awalnya saya posisi bukan pengibar, saya cuma pendamping baki. Lalu saya ditunjuk sebagai pengibar bendera dan saya harus siap,"tuturnya.
Dalam waktu latihan yang singkat itu, Siti bersama lima temannya yang lain harus bisa beradaptasi menyatukan gerak langkah dan ritme hingga bendera berkibar. "Jadi kami kan memang berbeda sekolah, yang lain pengibar bendera tingkat kabupaten tahun 2021 dan saya ditingkat provinsi, sehingga kami juga harus kompak dan adaptasi lebih cepat,"katanya.
Dia berpesan kepada adik tingkat untuk dapat menyiapkan diri dan mental agar dapat berkesempatan menjadi bagian dari sejarah."Tentu harus ada regenerasi, apalagi di sini sudah ada IKN, sehingga peluang menjadi pengibar bendera pusaka lebih besar,"harapnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin