"Kami harapkan tim PKK dari kota dan daerah lainnya tidak patah semangat karena kalau patah semangat akan sulit bersaing. Tim PKK Balikpapan memang didukung dengan fasilitas yang banyak, tapi untuk daerah lain yang memiliki fasilitas sedikit kalua bisa menang artinya bisa menggunakan sumber daya yang tersedia dengan baik," ujar Isran.
Isran Noor membuka kegiatan ini dan menandainya dengan menekan tombol sirine didampingi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kaltim Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, diikuti 10 tim penggerak PKK kabupaten kota se Kaltim.
Secara terbuka orang nomor satu di Benua Etam itu mengapresiasi peran aktif seorang ibu dalam menjalani kehidupan yangmana sebagai wujud jasa ibu ditandai dengan peringatan hari besar seperti Hari Kartini dan Hari Ibu.
Isran pun memberikan apresiasi atas peran serta wanita dalam pembangunan dan pembentukan moral bangsa yang di dalam lingkup kecil adalah keluarga, hingga melahirkan penerus bangsa yang berakhlak mulia.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kaltim. Saya mengucapkan selamat atas dilaksanakannya Hari Kesatuan Gerak PKK ke-50 dan Bulan Bhakti Gotong Masyarakat ke-19 tahun 2022. Semoga berjalan dengan lancar. Sukses dan bermanfaat,” ucapnya.
Peserta kegiatan diminta untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) mengingat angka Covid-19 kembali meningkat.
“Dari 50 orang yang positif Covid-19, 30 orang diantaranya warga Balikpapan. Karena itu selalu patuhi prokes agar semua selalu dalam keadaan sehat,” ujar Isran.
Sementara Rahmad Mas’ud menyampaikan rasa syukur untuk kegiatan yang tahun ini yang dilaksanakan secara tatap muka tersebut. “Setelah sebelumnya dilaksanakan secara virtual karena pandemic Covid-19, saya mengajak semua untuk tetap menjaga protokol Kesehatan berdoa agar pandemi ini segera berakhir,” kata Rahmad.
Menurutnya, Indonesia negara dengan budaya gotong-royong dan PKK menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalamnya. "Karena itu oeringatan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan," tegasnya.
Oleh karenanya, tim Penggerak PKK diharapkan dapat mengajak keluarga-keluarga Indonesia menjadi keluarga cerdas, sejahtera dan tangguh. Walau sebagai jati diri bangsa, kegotong-royongan ini kerap terkendala dengan hal seperti tuntutan pemenuhan kebutuhan keluarga, tuntutan profesi dan jam kerja sebagai tantangan internal yang berpengaruh pada budaya individualisme dan materialisme sebagai tantangan eksternal.
“Maka diperlukan upaya untuk membudayakan kembali gotong-royong. Juga menumbuhkan semangat kerjasama dan kekeluargaan, guna mendukung program pembangunan daerah terutama menyambut IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan Timur,” pungkas Rahmad Mas’ud.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur