Adi mengungkapkan bahwa dua orang kliennya yakni MF dan IK merupakan rekanan bisnis bersama terlapor dalam usaha jual beli sepatu bermerek Buttonscarves.
Dia juga membeberkan bahwa FS juga merupakan pelaku yang sama soal kasus permodalan usaha dengan total kerugian para korban mencapai Rp850 juta.
“Kami melaporkan terduga pelaku berinisial FS ke Polda Kaltim. Kami sedang mendampingi korban-korban penipuan, yang mana saudari IK dan saudara MF tertipu terkait jual beli, modusnya menjual barang namun tidak datang barangnya,” katanya.
IK tertipu oleh FS bermula saat dirinya ditawari oleh pelaku melalui media sosial Instagram. Dari sini keduanya saling bertukar pesan untuk melakukan transaksi sepatu merk Buttonscarves yang dijual pelaku sebesar Rp1,5 juta. IK yang tergiur bahkan dua kali melakukan pembelian, sehingga total kerugiannya sebesar Rp3 juta.
“Korban IK sudah dua kali melakukan transfer untuk membeli barang. Nominalnya Rp3 jutaan untuk korban IK dan MF sekitar Rp1,5 juta. Tapi kalau di laporkan bulan Maret (kasus permodalan, Red) itu kerugian sampai Rp850 juta. Tapi yang bulan Maret belum masuk kuasa kami, itu terkait permodalan usaha seperti sepatu, jilbab, dan sebagainya,” paparnya.
Sementara itu, MF mengaku tertipu saat FS tiba-tiba menawarkan barang melalui Instagram untuk membeli sepatu merek Buttonscarves. FS mengaku dirinya salah beli, sehingga ia meminta MF membeli barangnya.
“Pelaku ini kebetulan teman sekolah waktu SD, tiba-tiba dia kirim pesan untuk menawarkan barang. Dia alasan barangnya tidak sesuai yang dia mau dan dia menawarkan barangnya ke saya lalu saya mau. Setelah itu saya transfer Rp1,5 juta tapi barangnya tidak sampai dan uang pun tidak sampai,” ungkapnya.
MF mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menagih barang yang ia beli ataupun mengembalikan uang. Mulai dari mendatangi rumah FS hingga menghubunginya melalui telepon, namun FS selalu berkelit. Sebulan berlalu, Fitri pun akhirnya melaporkan temannya itu ke Polda Kaltim.
“Saya melapor ini karena khawatir ada korban lain. Sebab dia menjanjikan barang akan dikirim besok atau lusa tapi nggak ada. Saya sudah coba nagih ke rumahnya tapi selalu alasan, saya hubungi juga nggak ada respon baik,” timpal MF.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman terlebih dahulu terhadap laporan para korban. Tentu penyidik akan memintai keterangan para saksi dan mengumpulkan sejumlah bukti untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Tentu kami akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Kami masih akan dalami dulu,” terangnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah