Johan, seorang sopir truk asal Balikpapan ini mengatakan kondisi yang terjadi itu mereka alami setiap hari. "Tiap hari jika ingin mendapatkan BBM jenis solar di SPBU KM 13 ini harus menunggu waktu yang lama, kalau mulai antri jam empat pagi baru dapat solarnya jam tiga sore," jelas Johan.
Antrean sesuai dengan posisi tangki, sesuai dengan jalur yang telah ditentukan. “Subuh tadi truk saya ada di seberang SPBU, sekarang sudah mengantri sampai sini (dekat pintu masuk), ada juga teman saya yang bermalam disini,” ungkapnya.
Antrian panjang ini diakibatkan banyaknya pengemudi truk yang tidak mematuhi aturan.
Sebenarnya SPBU ini diperuntukkan untuk tronton dan kepala container tetapi nyatanya masih terlihat colt diesel dan kendaraan roda enam ikut mengantri padahal mereka harusnya mengantri di SPBU kota.
"Inilah yang membuat antrian semakin panjang, informasinya kalau di SPBU diluar KM 13, truk roda enam ini hanya boleh beli Rp300 ribu untuk solar, sementara di SPBU KM 13 truk roda enam dilayani sama dengan seperti truk roda 10 sampai pembelian solar Rp620 ribu,” papar Johan.
Johan mengusulkan agar SPBU KM 13 hanya untuk khusus truk roda 10, sementara truk roda enam jangan mengisi solar di SPBU Km 13. Karena bisa mengantri di SPBU kota. “Untuk pengisian solar di SPBU Km 13 untuk truk roda 10 dibatasi hanya boleh sekitar 120 liter,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Mulyadi sopir truk roda sepuluh ini menyampaikan, antrian tiap hari seperti ini meskipun ada penambahan SPBU baru di KM 13. "Ya seperti ini tiap harinya," sebut Mulyadi.
Mulyadi mengaku jika mulai antri jam sepuluh pagi kemungkinan besar baru dapat BBM jenis solar pada sore hari sekitar jam lima. “Ya kalau bisa truk roda 10 juga dibebaskan antri BBM Solar di SPBU yang ada Km 9 dan Km 15, biar adil,” harap Mulyadi.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur