Untuk itu dalam menyukseskan kegiatan ini, pihaknya hanya akan mengoptimalkan sejumlah anggaran yang sudah tersedia di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sedangkan kekurangan anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut, akan dicukupi dengan memaksimalkan bantuan dari dana CSR perusahaan.
"Yang pasti kalau untuk penganggaran itu ada di Pemerintah Pusat, sedangkan yang ada di pemerintah provinsi dan kota itu hanya fungsional. Tidak ada yang mengalokasikan khusus untuk kegiatan ini. Kekurangannya nanti akan ditutupi melalui dana CSR karena memang ada banyak perusahaan," ujarnya, Selasa (17/5/2022)
Kendati demikian, yang perlu digarisbawahi bahwa untuk bantuan CSR ini tidak menggunakan bantuan dari perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan.
"Karena sangat sensitif dengan tema yang lingkungan yang dibawa dalam kegiatan ini yakni sustainable and livable planet," jelasnya.
Ia menyampaikan dengan terpilihnya Kota Balikpapan menjadi satu satu tuan rumah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Y20 Indonesia Presidensi G20 Indonesia pada 21-22 Mei 2022 mendatang, akan berdampak positif bagi Kota Balikpapan.
Karena kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan Balikpapan. Sebab delegasi yang datang bukan hanya dari Indonesia tapi juga dari negara lainnya.
Total negara yang akan terlibat, ada 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa. Indonesia sendiri menjadi satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang terlibat.
"Dan Balikpapan bisa menjadi salah satu pembelajaran bagi daerah lain untuk komit terhadap lingkungan, dengan menerapkan kebijakan 48 persen ruang terbuka hijau," pungkasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah