Setiap hari ribuan pengunjung memadati lokasi prosesi penyatuan tanah dan air yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo pada Senin (14/3/2022) lalu dari 34 provinsi di Indonesia saat meresmikan IKN Nusantara.
Pengunjung kebanyakan mampir hanya untuk mengabadikan momen dengan berfoto-foto bersama keluarga dan menikmati bekal makan bersama dibawah pohon eucalyptus.
Tepat dititik geodesi pengunjung berkumpul bahkan berdesakan hanya untuk mengantre berfoto. Tak hanya datang dari PPU, mereka yang datang juga berasal dari luar kota.
"Tadi sempat terjadi desak-desakan pas mau foto di titik nol," ujar Fauzi Adi Firmansyah, warga Balikpapan Utara Sabtu (7/5/2022) siang kemarin kepada Korankaltim.com.
Fauzi tidak sendiri, dia membawa sekira 35 anggota Lembaga Perberdayaan Masyarakat (LPM) Batu Ampar Balikpapan Utara ke lokasi tersebut.
"Kami rombongan dari LPM Kelurahan Batu Ampar Balikpapan Utara kebetulan sejak ada IKN titik nol belum pernah ke sini. Kami satu rombongan naik bus Alhamdulillah sudah bisa melihat langsung dan berfoto-foto," ujar Fauzi yang juga Ketua LPM Kelurahan Batu Ampar Balikpapan Utara ini.
Mendatangi titik nol IKN merupakan hal yang wajib dilakukan sebagai bagian saksi sejarah pembangunan IKN. "Ini merupakan tonggak sejarah, suatu saat di sini akan dibangun monumen, kemudian istana negara. Kami sebagai warga Kaltim harus punya dokumentasi berdiri di titik nol," tegasnya.
"Saya senang dan bangga karena kami sebagai warga Kaltim tentunya nantinya kami warga paling terdepan dalam pembangunan IKN," tutupnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur