"Untuk stok sendiri, kami sampaikan kondisinya aman, tidak ada kendala," kata Freddy Anwar kepada Korankaltim.com Selasa (19/4/2022) hari ini.
Pertamina sudah membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas Rafi) yang tak hanya bersiaga di kantor region dan cabang saja. "Tapi juga di seluruh Terminal BBM dan DPPU Sepinggan," ucapnya.
Pihaknya memprediksi konsumsi BBM jenis Pertalite naik menjadi 4,5 persen atau 1.706 KL dari 1.632 KL di Kalimantan Timur (Kaltim) dan 4,7 persen atau 6.027 KL per hari untuk se-Kalimantan.
Sementara Pertamax turun menjadi -1,2 persen atau 236 KL per hari untuk Kaltim dan -0,8 persen atau 1.441 KL per hari di Kalimantan.
"Angka itu dari yang kami salurkan normal, nanti ada extra dropping (tambahan stok). Pemakaian Pertamax turun karena imbas naiknya harga, jadi masyarakat beralih ke Pertalite," jelas Freddy.
Untuk Pertamax Turbo diprediksi meningkat jadi 13,3 persen atau 11,9 KL per hari di Kaltim.
Begitu pula dengan kelompok Solar atau pun Biosolar yang akan mengalami peningkatan lebih 4,7 persen di Kaltim dan 4,5 persen se-Kalimantan. Dexlite 11,6 persen dan Pertamina Dex 5,9 persen di provinsi yang sama.
Sedangkan untuk LPG 3 Kg di Kaltim sebesar 5,6 persen atau 379 MT dari 359 MT per hari. Kemudian LPG nonsubsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg hingga LPG 12 Kg akan mengalami peningkatan menjadi 123 MT dari 117 MT per hari.
"Kami akan injeksi ke agen-agen supaya bisa melayani sehingga masyarakat tidak perlu khawartir," tuturnya.
Pertamina turut menyiagakan SPBU di jalur padat kendaraan dan wisata sebanyak 114 SPBU yang tersebar di Kalimantan Timur sebanyak 19 SPBU, Kalimantan Barat 46 SPBU, Kalimantan Tengah 15 SPBU, Kalimantan Utara 3 SPBU, dan Kalimantan Selatan 31 SPBU. Seluruh SPBU siaga ini akan beroperasi selama 24 jam.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur