Tidak hanya itu, kelompok emak-emak juga membentangkan spanduk yang jauh berbeda dengan isu yang diangkat para mahasiswa.
"Kami ingin tetap menjaga Balikpapan yang kondusif. Kawan-kawan mahasiswa selalu mengawal isu tanpa ditunggangi kepentingan kelompok lain," ujar Koordinator aksi Muhammad Taufik.
Dia juga menjelaskan bahwa aksi pada Senin (11/4) kemarin dilakukan oleh mahasiswa Balikpapan dan Lembaga-Lembaga Mahasiswa di Kota Balikpapan ada 18 lembaga tergabung dari Cipayung plus, BEM se-Balikpapan dan lembaga mahasiswa lainnya.
"Perlu ditekankankan bahwa foto aksi aliansi yang mengatasnamakan Aliansi Emak-Emak Balikpapan di waktu yang sama saat Aliansi Kota Minyak melakukan aksi demonstrasi bukan dari bagian Aliansi Kota Minyak yang kami bentuk. Bukan hanya foto tapi tuntutan juga bukan bagian dari hasil konsolidasi Aliansi Kota Minyak,"tegasnya.
Diketahui bahwa hanya ada empat tuntutan dalam aksi unjuk rasa kemarin, yakni menolak perpanjangan masa jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu 2024, menolak dan membatalkan kenaikan BBM dan PPN menjadi 11 persen, menuntut pemerintah Kota Balikpapan menyelesaikan permasalahan Balikpapan serta menuntut Pemerintah Kota Balikpapan mencabut uzin perusahaan yang merusak lingkungan di Teluk Balikpapan.
"Yang jelas tuntutan kami hanya empat poin dan kami berkomitmen untuk mengawal terus," timpalnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah