"Kalau ada personel Kodam melakukan itu (beking illegal mining, Red) atau membawa nama saya, silakan sampaikan ke saya dan akan kami tindak lanjuti,"tegasnya.
Selain nama baiknya dicatut, juga Kapolda Kaltim hingga Kepala Staf Umum (Kasum) TNI AD dijadikan tameng oleh pelaku tambang ilegal agar bisnisnya mulus.
"Karena mencatut nama saya pangdam sebagai beking kegiatan tersebut sehingga sebelumnya Gakkum menanyakan memang benar Pangdam beking tambang? Tidak ada saya bilang, jadi kalau ada informasi hal itu sampaikan ke saya, saya akan langsung tindak tegas yang mencatut nama saya apalagi bawa nama atasan saya itu tidak ada," paparnya.
Untuk diketahui Tim Gabungan Pomdam VI/Mlw, Gakkum KLHK dan Denintel Kodam VI/Mlw berhasil menggerebek praktik tambang ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto Kutai Kartanegara.
Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis (24/3/2022) malam sekira pukul 20.30 Wita tepatnya di KM 48 Desa Bukit Merdeka Kabupaten Kutai Kartanegara. Informasi tersebut didapat dari masyarakat yang resah lantaran aktivitas tambang ilegal tersebut mencatut Kasum TNI AD, Pangdam VI Mulawarman serta Kalpoda Kaltim sebagai beking.
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan selanjutnya melakukan penyelidikan dan penyetopan operasional tambang batu bara ilegal di kawasan terlarang.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah