Dalam kesempatan itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud meminta maaf karena Safari Ramadan tanpa buka puasa bersama karena adanya larangan dari pemerintah pusat bagi para pejabat mengingat pandemi Covid-19.
"Katanya boleh buka bersama tapi nggak boleh ngomong. Saya bilang, gimana nanti warga minta kolak, minta untuk-untuk, masak kita WA-an, akhirnya kita putuskan salat isya dan tarawih berjemaah," kata Rahmad seraya berkelakar.
Dirinya turut mengimbau agar mengisi kesempatan Ramadan ini dengan meningkatkan kualitas ibadah serta melatih kesabaran termasuk bersedekah.
"Para OPD saya ingatkan, semoga dengan sedekah, infak, zakat yang diniatkan, diterima Allah, semoga pandemi betul-betul sirna di republik ini," ujarnya.
Dirinya turut menyinggung kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis Pertamax. Di mana perubahan ekonomi tak hanya karena pandemi. Tetapi juga dampak dari perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
"Memang itu satu pilihan yang sangat pahit bagi pemerintah. Tapi karena kondisi keuangan, ya mau tidak mau harus dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia," jelasnya.
Di sisi lain, Rahmad mengajak seluruh pihak dan elemen masyarakat untuk bersyukur karena pandemi Covid-19 semakin terkendali dan kasus terkonfirmasi positif kian melandai.
Hal yang sama juga terjadi secara nasional. Sehingga pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat dengan memperbolehkan buka puasa bersama dan salat tarawih berjemaah di masjid.
"Meski tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Semoga kondisi ini bisa terus dipertahankan tak cuma di bulan Ramadan tapi seterusnya," tandas Rahmad Mas'ud.
Penulis: Hendra
Editor: Supiansyah