Mereka juga mendesak Kapolda Kaltim memberantas mafia solar subsidi, mencabut izin SPBU nakal, karena dianggap gagal mengatasi kelangkaan solar sehingga harus menambah titik SPBU dan kuota BBM solar.
Humas Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kaltimtara Ahmad mengatakan, melalui aksi tersebut mereka berharap Pertamina memberikan kuota lebih khusunya untuk solar.
"Artinya mampu mencukupi kebutuhan-kebutuhan masyarakat di Kalimantan Timur khususnya kuota yang ada di Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Samarinda," kata Ahmad di sela-sela demo kepada Korankaltim.com.
PMII Kaltimtara juga meminta kepada General Manager (GM) Pertamina agar mampu memberikan pengawasan dan penindakan khususnya kepada oknum-oknum yang melakukan penimbunan solar.
"PMII Kaltim juga meminta kepada Polda Kaltim untuk bersinergi dengan Pertamina agar mampu melakukan penindakan kepada mafia -mafia solar," paparnya.
Pertamina juga didesak melakukan penindakan terhadap SPBU-SPBU yang bermain-main dengan BBM Solar tersebut.
Aksi tersebut diikuti sekitar sekitar 150 orang. "Untuk jumlah truk yang ikut sekitar 25 truk," ungkapnya.
Aksi ini juga menyusul pihaknya dapati beberapa SPBU banyak terjadi antrean-antrean solar. Bahkan informasi dari sopir truk ini juga jika mengantre itu sampai dengan 2 hingga 3 hari.
"Dan jarak antreannya bisa sampai tiga kilometer. kalau aksi yang kami gelar ini tidak mendapatkan respon kami akan melakukan konsolidasi ulang, rapat evaluasi dan akan turun kembali kejalan," tegas Ahmad.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur