Diketahui bahwa korban bekerja sebagai dokumen kontrol salah satu sub kontrak di proyek RDMP Pertamina Balikpapan.
Salah seorang saksi bernama Sugeng Haryanto (43) yang juga salah satu pekerja proyek RDMP Balikpapan menjelaskan kejadian tersebut di mana korban dipukul di bagian kepala menggunakan hendy talky (HT).
"Waktu itu saya lagi mau menanyakan pekerjaan kepada rekan saya dan ada korban di situ, lalu saya dengar korban dibentak oleh dia. Dia teriak teriak, korban gak jawab lalu dilempar batu, lalu korban ngumpet di belakang saya ketakutan lalu tetap dikejar korban lari dan tertangkap lalu lehernya dipegang. Kepalanya dipukul pakai HT radio," ucapnya saat ditemui di kantor Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Balikpapan, Senin (21/3/2022).
Melihat hal itu, kemudian Sugeng melerai kejadian itu agar tidak berlanjut dan dapat dilerai akan tetapi WNA tersebut terus melakukan umpatan dengan nada marah.
Kemudian korban bersama Sugeng melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Balikpapan untuk dilakukan tindakan hukum. "Lalu saya menemani dia melaporkan kejadian itu ke polisi dan kemudian dilakukan mediasi tapi proses hukum tetap berjalan," katanya.
Rupanya tidak selesai sampai di situ, pada Senin (21/3/2022) pagi Sugeng diminta YN untuk datang ke rumahnya. YN meminta bantuan lantaran didatangi oleh dua WNA dan satu WNI.
"Puncaknya hari ini saya jadi korban karena dia meminta kedatangan saya ke rumahnya dia dengan kondisi stres berat dia bilang dalam WA ke saya itu meminta saya datang ke rumahnya minta tolong tapi karena subuh saya setelah salat subuh saya merapat ke sana dengan teman saya Andri sampai di sana ada dua orang WNA dan satu WNI," bebernya.
Sesampainya di rumah YN, Sugeng izin untuk masuk di sana dia melihat YN diminta untuk menandatangani surat bermaterai. "Sampai di sana saya datang baik-baik sampai di sana saya lihat dia disodorin materai saya gak tahu isinya. Dia ketakutan saya peluk lalu saya diseret keluar saya rasa ini sudah tidak relevan makanya saya suruh teman saya telepon polisi," jelasnya.
Tidak sampai di situ, Sugeng kemudian dipiting oleh salah satu WNA lalu dibenturkan ke tembok rumah hingga luka. Karena ada aksi tarik menarik, Sugeng mengalami luka cakar di bagian tangan kiri.
"Saya suruh teman saya telepon polisi lalu dia marah lalu mendekap saya dengan kencang hampir tidak bisa napas. Saya dibenturkan ke tembok rumah ini ada bekas luka di tangan juga. Saya juga membuat laporan ke polisi atas kejadian ini," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro mengaku masih melakukan pendalaman. "Belum ya masih dipelajari nanti saja," imbuhnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah