Saat ditemui di lokasi kejadian, anak perempuan Ida Mulyati bernama Anita Setia Tulus menuturkan kejadian longsor tersebut sudah kali kedua terjadi. "Ini kejadian yang ke dua yang pertama Oktober 2020," kata Anita kepada Korankaltim.com siang tadi.
Anita menuturkan longsoran tanah bercampur material beton tersebut berasal dari bangunan yang berada diatas, milik Welmon Indra.
"Dia hanya bikin satu siring saja setelah kejadian itu juga banyak kejadian lagi seperti air masuk akhirnya bikin satu siring trap tanah diurug gak kuat hujan deras dan langsung rumah saya dihantam longsor. Inii batu gunung semua dari atas saya ada dokumentasinya," paparnya.
Pada saat kejadian di dalam rumah ada satu penghuni rumah yang merupakan tantenya, beruntung berhasil selamat ketika tanah menggulung rumah berbahan kayu tersebut.
"Pada saat kejadian ada satu orang dalam rumah tante saya Alhamdulillah selamat walau ada cidera di kaki karena terkena material batu,"ujarnya.
Dia menyayangkan sikap dari pemilik bangunan diatasnya dimana material batu dan tanahnya justru tidak mengakui.
"Sejak kejadian itu pemilik bangunan tidak ada itikad baik datang ke sini atau membantu seharusnya kan sebagai tetangga datang melihat kondisi. Saya telpon juga tidak ada respon," paparnya.
Mediasi juga sudah dilakukan bersama para pihak di Kantor Camat Balikpapan Tengah dengan kesepakatan adanya perbaikan oleh pihak Welmon Indra.
"Dia melanggar komitmen untuk mengirimkan 10 orang tukang yang ada hanya satu tukang. Jadi sama sekali tidak ada bantuan dari Welmon Indra,"sebutnya.
Rumah hancur total 100 persen, selain itu juga barang berharga seperti kendaraan, surat surat berharga ikut tertimbun longsor.
"Yang kami selamatkan ya hanya baju baju itupun kita masih cari dokumen dan ijazah saya surat kendaraan. Kendaraan juga hancur ada di bawah ini bangunan dua lantai,"paparnya.
Dia menyebut kerugian material yang diakibatkan kejadian tersebut senilai Rp 350 juta.
"Ini kan rumah tua tapi bangunan masih bagus kayunya Bengkirai semua. Di timbunan ini juga ada uang tabungan umrah yang disimpan di dalam rumah ibu saya ini. Menurut kami udah banyak sekitar Rp 25 juta tabungan," ucap Anita.
Dia berharap pihak Welmon Indra dapat bertanggung sesuai dengan kesepakatan yang sudah diketahui oleh pihak camat dan lurah dikarenakan longsoran tanah dan material batu berasal dari milik Welmon Indra.
"Seharusnya dia mau bertanggungjawab sepenuhnya kerugian harta benda saya, dia tidak mengakui bahwa tanah yang longsor ini bukan tanah dia padahal sudah jelas di depan ini tanah dia,"sesalnya.
Terkait bantuan dari pemerintah kata Anita sudah ada bantuan akan tetapi belum maksimal. Di mana bantuan yang sangat dibutuhkan adalah tenaga untuk membantu membongkar material tanah dan batu.
"Saya sudah hubungi camat dan lurah juga belum ada bantuan yang signifikan kita butuh bantuan tenaga untuk bongkar rumah selama ini bantuan dari relawan,"tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur