Kendaraan khusus dapur lapangan merupakan kendaraan milik Brimob Kaltim yang bertujuan untuk memberikan sandang pangan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kali ini Kendaraan tersebut diturunkan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir untuk diberikan makanan yang layak. Puluhan masyarakat berkumpul untuk menerima bantuan logistik di tempat pengungsian.
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai mengungkapkan, suplai makanan untuk masyarakat yang terdampak banjir cukup.
"Saya turut prihatin kepada masyarakat yang terdampak banjir, saya mengerahkan kendaraan khusus dapur lapangan kami untuk membantu masyarakat jadi masyarakat tidak usah takut kelaparan, semuanya sudah kami siapkan," Kata Rifai.
Selain menyediakan logistik, Brimob Polda Kaltim juga Tim SAR (Search and Rescue) atau regu pencarian dan penyelamatan untuk melakukan evakuasi korban banjir di Gang Mufakat Jalan MT Haryono Balikpapan.
“Debit air cenderung meninggi pada pagi hari sehingga anggota melakukan penyisiran ke lokasi banjir mencari warga yang mau dievakuasi,” jelas Rifai.
Kawasan MT Haryono menjadi wilayah paling parah diterjang banjir. Puluhan rumah warga tergenang air dengan ketinggian mencapai satu sampai dua meter.
“Air tak juga surut tiga jam terakhir yang kondisinya parah, banyak anak-anak dan lansia yang di evakuasi,” ujarnya.
Tim SAR Brimob terus disiagakan di lokasi bencana dan fokus membantu proses evakuasi warga yang bersedia mengungsi ke tempat lebih aman. Bantuan berupa nasi bungkus dan sembako juga didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
Selain di Jalan MT Haryono, Tim SAR Brimob Polda Kaltim juga dikerahkan kawasan Kariangau Balikpapan Utara
Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, AKBP Suwinto secara terpisah menjelaskan, mereka telah mengerahkan Tim Respon Bencana Batalyon C Pelopor untuk membantu proses evakuasi warga yang terjebak banjir di beberapa titik lokasi rawan banjir khususnya di Balikpapan Utara.
Evakuasi tersebut dilakukan petugas dengan menggunakan perahu karet dan perahu fiber karena ketinggian banjir diperkirakan mencapai 40 senti hingga dua meter seperti yang terjadi di Jalan Kariangau, Balikpapan Utara.
"Personel sudah kami kerahkan ke lokasi dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Kami juga terus memonitor ketinggian air sekaligus melakukan patroli SAR," jelas Suwinto.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur