"Setiap masa kampanye elit politik berlomba untuk mendeklarasikan visi dan misi sesuai kondisi persoalan yang ada di Kota Balikpapan. Hari jadi Kota Balikpapan yang diperingati setiap tanggal 10 Februari selalu dikemas dengan rangkaian kegiatan seremonial yang tentunya jauh dari subtansial pokok permasalahan yang ada di kota Balikpapan," ungkapnya kepada media ini, Senin (28/2/2022).
Menyikapi hal itu, Aliansi Mahasiswa Peduli Balikpapan berencana menggelar aksi unjuk rasa damai pada Selasa (1/3/2022) di depan kantor Wali Kota Balikpapan.
"Menjadi catatan merah kota Balikpapan. Ada beberapa permasalahan yang menjadi hal fundamental di tengah masyarakat saat ini, di antaranya seperti permasalahan banjir yang belum terselesaikan," paparnya.
Dia membeberkan bahwa pembahasan RPJMD sebagai bentuk inisiatif DPRD Balikpapan untuk mensupport visi dan misi wali kota terpilih dengan anggaran kurang lebih Rp300 miliar. Akan tetapi urung membuahkan hasil yang signifikan.
"Kegagalan fungsi pengawasan Perwali Nomor 12 Tahun 2013 mengenai larangan penambangan batu bara dan ketersedian air bersih serta pemerataan distribusi air yang belum terselesaikan," terangnya.
Berdasarkan dari permasalahan yang ada, kata Zulkifli, pihaknya telah mengumpulkan data dan fakta serta memberikan rekomendasi tentang permasalahan yang ada di Kota Balikpapan. "Maka dari ini meminta wali kota Pak Rahmad Mas’ud harus menyelesaikan permasalahan yang ada sesuai visi dan misinya," tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah