Yamin dinyatakan meninggal dunia Rabu (23/2/2022) dini hari atau 33 hari setelah kejadian. Kerabat almarhum bernama Erwin Anwar menjelaskan, kondisi kesehatan korban almarhum sebelumnya terus menurun usai menjalani operasi amputasi tangan pada Januari lalu.
"Beliau hanya dua hari saja di ruang rawat inap setelah operasi amputasi, selebihnya di ICU karena kondisinya tidak stabil sampai akhirnya dinihari tadi sekitar pukul 02.30 WITA dinyatakan meninggal dunia,” jelas Erwin kepada Korankaltim.com sore tadi.
Sebelum meninggal, Yamin sempat melakukan video call dengan istri dan anaknya. Dalam percakapan tersebut almarhum menginginkan dikebumikan di kampung halamannya di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Satu diantara permintaannya adalah agar dikebumikan di kampung halaman, jika keluarga tidak ingin menetap di Kaltim,” sebut Erwin lagi.
Jenazah Muhamad Yamin akan diterbangkan menuju Makassar sore ini sebelum bertolak ke Bima Kamis (24/2) pagi besok.
Muhamad Yamin merupakan pengendara mobil Ayla merah yang ditumpangi bersama istri dan anaknya. Dalam rekaman CCTV tampak truk nahas menabrak bumper belakang mobil tersebut hingga terpental dan terseret sejauh 100 meter pada kejadian lakalantas maut Jumat (21/1/2022) lalu di kawasan Muara Rapak, Balikpapan Utara.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur