
"Tentu saja bahagia dan bangga bisa berprestasi bagi SMPN 5 Balikpapan pada kejuaraan tingkat nasional tersebut,” ujar siswa kelas IX ini.
Torehan ciamik Farand tidaklah mudah. Dia kerap dipandang sebelah mata oleh peserta lain. Selain itu, persaingan pada ajang bergengsi tersebut berat, terutama perenang asal Jawa dan Bali.
“Persaingan ketat dari SMP Cita Hari Christian School, Surabaya dan SMP Negeri 1 Singraja, Buleleng,” ungkapnya.
Putra pasangan anggota DPRD Balikpapan, Simon Sulean dan Yohana Mangape ini akan terus berlatih untuk mempersiapkan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) kendati belum dirilis. "Yang penting saya tetap latihan rutin saja,” katanya.
Di tengah minimnya fasilitas kolam renang di Kota Beriman, remaja 15 tahun ini tetap mampu menorehkan yang terbaik. Di mana saat ini Balikpapan belum memiliki kolam renang standar sebagai sarana penunjang latihan dan kompetisi.
"Makanya kami (atlet, Red) sangat berharap pemerintah bisa merealisasikan pembangunan kolam renang yang sesuai standar untuk latihan dan kejuaraan,” paparnya.
Untuk diketahui Farand juga didapuk sebagai Farand sebagai perenang terbaik KU II pada kejuaraan renang antar sekolah dn perguruan Tinggi se-Indonesia.
Ketua Pengkot Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Balikpapan, Ali Bausat, menyebut, ada 12 perenang Balikpapan yang ambil bagian pada kejuaraan di Yogyakarta tersebut. “Selain Farand, perenang putri, Kaysha Radji Marzeanty juga turut mempersembahkan medali. Ini tentu prestasi yang membanggakan bagi Balikpapan dan khususnya sekolah mereka,” kata Ali Bausat.
Editor: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah