Rumah Terendam Banjir, Puluhan Warga Terdampak Proyek Perusahaan di Teluk Waru Balikpapan Barat
2 menit baca349 kali dibaca

2 menit baca349 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Tumpukan batu bara milik sebuah perusahaan di kawasan RT 9 Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, menimbulkan dampak lingkungan.
Ada sekitar 30 warga di kawasan Teluk Waru, Balikpapan Barat tersebut harus terkena imbas genangan air ketika hujan tiba.
Pasalnya drainase yang menampung air untuk menyalurkan ke sungai tertutup sedimentasi dan bongkahan batu bara, akibatnya air mengalir ke rumah penduduk dan menggenang. Praktis warga pun kesulitan dalam beraktifitas sehari-hari.
Jumran, warga Teluk Waru RT 9 Kariangau kepada Korankaltim.com Rabu (2/2/2022) hari ini menjelaskan dampak lingkungan tersebut sudah dirasakan sejak setahun lalu.
“Kami warga selalu kebanjiran sejak setahun lalu, diperparah awal tahun 2022 ini pihak perusahaan mulai menimbun batu bara tanpa penutup di dekat kawasan pemukiman warga, sekarang sudah tidak ada drainase pak," kata Jumran siang tadi.
Perusahaan hanya memberikan pompa air yang digunakan untuk menyedot air yang menggenangi rumah warga. "Jadi seperti dibuat kolam tempat (rumah) kami cuman di kasih pompa untuk menguras debit air jika hujan datang," ungkapnya.
Tumpukan batu bara tersebut digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mana batu bara tersebut tidak diletakkan berdekatan dengan pemukiman penduduk.
"Setelah ada projek pembangunan PLTU ini diperparah pertengahan bulan Januari 2021 ini karena ada penumpukan batu bara baru yang menyebabkan tanah yang ditempati itu menjadi longsor karena tidak kuat menahan beban batu bara yang imbas longsorannya ke jalur air untuk mesin pompa karena drainase untuk air mengalir tidak ada," papar Jumran.
Jumran menjelaskan sebelumnya drainase tersebut lebar layaknya sungai namun ketika ada proyek, sungai tersebut menjadi sempit.
"Air dari mata air seperti hulu sungai ini sebelumnya sebesar kali aja lebarnya awalnnya sebelum ada proyek," ungkap Jumran lagi.
Langkah yang sudah dilakukan kata Jumran dengan meminta kepada perusahaan agar memperbaiki drainase sehingga air dapat mengalir ke sungai dan tidak menggenang ke pemukiman warga.
"Saat ini warga mintanya longsoran segera di perbaiki dan drainase segera di buatkan karena ini sudah mulai dari pertengahan bulan Januari pak sudah mulai longsor terus," ucapnya.
Tidak hanya itu, sumber air bersih warga juga tercemar sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. "Kami butuh air bersih layak konsumsi. Jalan warga tidak licin karena ketika hujan pasti jalanan licin akibat lumpur," tutup Jumran.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG