"Saya tidak berani mendahului kehendak. Saya ikuti prosesnya sesuai perintah partai," kata Sulton Fahrudin, Kamis (27/1/2022).
Dirinya enggan berspekulasi karena PDI Perjuangan juga memiliki aturan dan mekanisme tersendiri. Kadernya dituntut untuk tegak lurus mengikuti arahan partai.
"Sebagai kader, saya wajib mengikuti. Yang terpenting mendoakan Pak Budiono agar perjalanannya mulus dan sukses menjadi Wakil Wali Kota Balikpapan," tuturnya.
Seperti diketahui, surat rekomendasi DPP PDI Perjuangan terkait pencalonan Budiono sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan diserahkan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Ananda Emira Moeis, Rabu (26/1/2022).
Penetapan turut disampaikan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Balikpapan Suwanto dalam konferensi pers di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Kompleks Sepinggan Pratama.
"Terkait surat (rekomendasi) tersebut, akan kami sosialisasikan dan kami berharap semua partai koalisi memberikan dukungan kembali kepada PDI Perjuangan," papar Suwanto.
Sekadar mengingatkan, pasangan Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz memenangkan Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Balikpapan yang dihelat pada 9 Desember 2020 lalu. Sebagai calon tunggal melawan kotak kosong kala itu.
Pasangan ini diusung oleh koalisi dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PPP, PKB dan Perindo. Disusul PAN sebagai partai pendukung.
Tetapi ajal tak dapat ditolak. Thohari Aziz meninggal pada 27 Januari 2021 karena terpapar Covid-19. Almarhum sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan