Wakil Kepala Sekolah Triyono mengatakan, sapras yang masih kurang di sekolahnya diantaranya pagar sekolah yang masih menyisakan pagar yang belum terbangun kurang lebih 50 meter.
"Sama halnya dengan keberadaan gudang, SMP Negeri 20 belum memiliki gudang sehingga barang-barang inventaris disimpan di tempat seadanya. Sementara ini menggunakan ruang UKS dan mess," sebut Triyono kepada Korankaltim Rabu (26/1/2022) hari ini.
Tak hanya itu, sumur resapan dari pembuangan kamar mandi mses juga sangat diperlukan, karena selama setahun ini pembuangan sisa kamar mandi dibuat seadanya sehingga menciptakan kesan jorok dan tidak sehat.
"Marka jalan sangat diperlukan terlebih di jalan masuk SMPN 20 ada SDN 029 Balikpapan Utara. Pembuatan marka jalan terutama kawasan sekolah sangat penting mengingat kendaraan lewat dengan kecepatan cukup tinggi sementara siswa-siswa sangat banyak," paparnya.
Kanopi antarkelas sampai saat ini belum tersedia sehingga ketika hujan pihaknya sangat kerepotan.
"Jadi perlu perbaikan jalan karena licin terutama saat hujan dan kanopi untuk menghubungkan ke kelas," tutup Triyono.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur