Masyarakat Kaltim Berduyun-Duyun Datangi Polda di Balikpapan Laporkan Edy Mulyadi
3 menit baca874 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pernyataan kontroversial Edy Mulyadi direspon keras masyarakat Kalimantan Timur.
3 menit baca874 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pernyataan kontroversial Edy Mulyadi direspon keras masyarakat Kalimantan Timur.
Senin (24/1/2922) siang tadi, kelompok masyarakat terus berdatangan ke Polda Kaltim untuk membuat laporan polisi atas pernyataan yang dianggap memecah keutuhan bangsa dan penghinaan terhadap masyarakat Kalimantan Timur tersebut.
Pantauan media ini, elemen masyarakat dari elemen Suku Dayak, Suku Paser, ormas kedaerahan hingga kepemudaan dan masyarakat berduyun-duyun datang ke gedung Polda yang terletak di Jalan Syarifuddin Yoes, Sepinggan, Balikpapan Selatan tersebut.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Balikpapan Abriantinus menyesalkan pernyataan Edy Mulyadi yang menghina dan melecehkan warga Kaltim, khususnya Suku Paser yang bermukim di wilayah Penajam Paser Utara sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru.
"Kami menyikapi apa yang terjadi. Masyarakat tahu semua yang sedang viral seseorang yang bernama Edy Mulyadi dan saya sudah ditelepon dari berbagai penjuru Kalimantan baik Selatan, Tengah, Utara Barat terlebih di Kaltim untuk mengambil sikap," kata Abriantinus saat membuat laporan pengaduan di Mapolda Kaltim siang tadi.
Pada prinsipnya masyarakat Dayak yang merupakan masyarakat asli Kalimantan mengecam keras pernyataan Edy Mulyadi. "Kami sangat keberatan dan mengecam keras apa yang disampaikan oleh Edy Mulyadi cs yang menyatakan Penajam Paser Utara tempat jin buang anak, itu penghinaan yang sangat keji menurut kami," tegasnya.
DAD sudah membuat laporan pengaduan kepada Polda Kaltim atas penyataan Edy Mulyadi. Selain menciderai masyarakat Kaltim juga memecahbelah keutuhan bangsa dan menyebarkan ujaran kebencian.
"Kami datang ke Polda Kaltim untuk menyampaikan laporan kami, melaporkan Edy Mulyadi supaya aparat kepolisian segera menangkap karena ini sangat meresahkan dan sangat menciderai Kebhinekaan dan persatuan dan kesatuan," paparnya.
Pria yang juga menjabat sebagai pimpinan Ormas Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak (Koppad) Borneo se Kalimantan ini menuturkan, Kaltim merupakan penyumbang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBD) terbesar sehingga pernyataan yang dilontarkan Edy Mulyadi tentu menyulut kemarahan masyarakat Benua Etam.
"Sementara Kaltim ini penyumbnag devisa terbesar untuk APBN sejak Indonesia merdeka jadi kalau dia menyatakan seperti itu sangat betul keji apalagi di dalam video itu juga menyebut monyet,"sesalnya.
Aksi membuat laporan aduan akan terus berdatangan. Dia juga meminta kepada Kapolri dan jajaran Polda Kaltim untuk bertindak tegas kepada Edy Mulyadi.
"Disebut tempat jin buang anak, jadi kami dianggap jin juga berarti, jadi kami meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap kalau tidak kami tidak berhenti untuk melakukan pergerakan ini. Besok serentak akan melakukan aksi laporan dan ada gerakan serentak," sebut Abriantinus didampingi anggota DAD Kabupaten PPU.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo mengaku sudah menerima laporan pengaduan dari elemen masyarakat Kaltim tersebut. "Laporan ini sudah kami terima dan sedang diselidiki proses lidik untuk dikembangkan lebih lanjut," kata Yusuf.Untuk laporan polisi tetap satu dikarenakan terlapor sama dan peristiwa yang dilaporkan juga sama. "Laporan polisi tetap satu karena satu registrasi karena yang dilaporkan sama orangnya peristiwa yang dilaporkan juga sama jadi menjadi satu kesatuan. Artinya nanti teman-teman yang membuat pengaduan di Polres jajaran di Polda Kaltim itu laporan pengaduan akan dikirim ke Polda dan teman di daerah akan dipanggil menjadi saksi," jelasnya.
Untuk proses hukum pihaknya akan mempelajari dan merumuskan dengan para ahli. "Untuk pemeriksaan terlapor kami tunggu lebih lanjut, makanya ini baru kami terima laporannya nanti akan kami pelajari dan rumuskan bersama tentunya perkembangan akan kami sampaikan agar masyarakat lebih tenang," ujar Yusuf lagi.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
7 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG