Saat ini, Yasmin menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. Herman yang tercatat sebagai warga Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara ini menceritakan awal mula anak keduanya ini mengidap tumor ganas.
"Waktu itu sekitar bulan tujuh lalu Yasmin sakit ada bisul ukuran sebesar jempol, pertama diagnosis awalnya bisul jadi sekitar bulan sembilan dibawa ke Rumah Sakit Parikesit Tenggarong jadi dioperasi pertama setelah itu keluar hasil bisul," ucap Herman saat ditemui di rumah kontrakannya di Jalan Sumber Rejo VI Balikpapan Tengah Selasa (14/12/2021) sore.
Rupanya bisul itu kembali muncul dan semakin membesar. Pada November 2021, dilakukan operasi ke dua.
"Lalu bulan 11 kemarin operasi ke dua diambil sampel hasil diagnosis itu tumor poli setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo kata Dokter RSKD jadi ini kanker ganas, cuma hasil dari lab itu dikirim ke Jogja cuma hasil lab dari Tenggarong itu negatif tiga jenis tadi. Kemudian diteliti lagi besok hasilnya," tuturnya.
Menurutnya selama kurun waktu lima bulan, pembengkakan di area punggung Yasmin sangat cepat. Hingga anaknya tidak dapat tidur terlentang.
"Jadi selama lima bulan perkembangannya sangat cepat besar, mungkin itu kelenjar getah bening kalau dioperasi tambah besar tapi masih tunggu hasilnya besok,"tuturnya.
Kata dokter lanjut Herman, pengobatan yang harus dilakukan dengan melalui kemo terapi."Cuma besok hasilnya bisa dilakukan penanganan. Gak dibawa ke mana mana untuk penanganan dokter harus ketahui dulu jenisnya apa baru dia bisa lakukan pengobatan, besok langsung ketemu dokter,"bebernya.
Untuk biaya pengobatan kata Herman menggunakan BPJS Kesehatan, pun demikian mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari lantaran dirinya sudah tidak bekerja.
"Kalau pengobatan kita melalui BPJS, lab kita bayar sendiri kalau untuk kebutuhan sehari-hari kami dibantu masyarakat ada yang open donasi jadi cukup, belum lagi tiap hari ada yang membantu,"katanya.
Tidak hanya itu selama menjalani pengobatan di Balikpapan, dia juga dibantu warga setempat dengan digratiskan tempat tinggal sewa."Tinggal di Balikpapan dari Tenggarong gak bayar uang sewa di sini saya disuruh tinggal saja Alhamdulillah terima kasih,"tuturnya.
Dia berharap anaknya lekas ditangani dan dapat pulih seperti sedia kala."Kami maunya cepat ditangani, kami sudah usaha yang terbaik untuk anak bagaimana nanti mungkin tinggal Tuhan saja,"tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan