Khoirul Anam mengatakan siap mengemban amanah yang diberikan oleh yayasan empat tahun kedepan.
Dirinya ingin membawa harapan yang besar untuk STITBA dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya perpindahan Ibu Kota Negara (IKN).
"STITBA ini kedepan tentu akan lebih maju seiring dengan akan berpindahnya IKN di Kalimantan Timur, karena itu harapan dari Yayasan STITBA ke depan harus bisa memberikan warna menuju berpindahnya itu kota negara itu," kata Khoirul usai dilantik.
Tujuan utama pada kepemimpinannya tak terlepas dari visi misi yang telah tercantum dalam statuta STITBA dan ada hal-hal yang perlu ditingkatkan kembali seperti menjadi pusat kebudayaan keislaman.
"Ini yang nanti akan dijadikan sebagai tonggak menghadapi era 5.0 karena memang era nya sudah seperti itu," ucap Khoirul.
Ada tiga poin yang menjadi tugas pokok utamanya, yaitu jangka pendek dalam penguatan sumber daya manusia dan penguatan internal.
"Sumber daya manusia dosen yang sudah ada ini kita tingkatkan kompetensinya sehingga mereka itu bisa menjadi dosen-dosen yang handal dosen-dosen yang profesional dosen-dosen yang mempunyai kemampuan dalam rangka untuk mengembangkan STITBA ini ke depan,"
Yang kedua jangka menengah yaitu memperbanyak kemitraan stakeholder pendidikan di Balikpapan khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya.
"Ketiga yaitu menguatkan bekerja sama dengan Kementerian Agama Pusat, menjalin komunikasi yang intens sehingga setiap informasi yang ada di Jakarta bisa dengan mudah diakses," paparnya.
Sementara Halimi selaku Ketua STITBA periode sebelumnya mengharapkan kepada kepemimpinan yang baru untuk dapat melintasi segala tantangan yang dihadapi.
"Terlebih dengan kondisi saat ini yang sampai saat ini kondisi Covid-19 masih menghantui dan sistem pendidikan juga masih menjadi kendala, kemudian juga terkait dengan Kaltim yang akan dijadikan sebagai IKN tentunya akan sangat berat untuk tantangan kedepan," kata Halimi.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor: Aspian Nur