Ada saat itu, Partai koalisi pendukung dan pengusung yakni Partai Golkar, PDI P, Gerindra, PKS, Partai Demokrat, PPP, PKB dan Perindo.
"Di partai koalisi dulukan sudah memberikan rekomendasi kepada Golkar, PDIP, Gerindra,PKS Demokrat, PPP, PKB dan Perindo sudah memberikan mandatnya nah setelah itu karena Wakil Walikota berhalangan tetap dalam hal ini Thohari Aziz meninggal dunia oleh karena itu harus ada penggantinya dari partai koalisi yang mengusulkan kan begitu,"ujarnya.
Kendati partai koalisi yang mengusulkan pihaknya menanyakan komitmen kepada PDI P sebagai pengganti Thohari Aziz."Memang koalisi yang mengusulkan namun kembali lagi saya tanyakan, dulukan pernah memberikan mandatnya itulah yang saat ini saya juga yakin bahwa PDIP dalam hal ini bisa mendampingi pak Rahmad," katanya.
Usulan dua nama dari PDIP sudah diserahkan ke DPP PDI P yakni Risti Utami Dewi dan Haji Baba. Kedua calon pengganti tersebut sudah menjalani serangkaian mekanisme seleksi dari fit and propertest hingga wawancara.
"Tentu tahapan mekanisme partai sudah berjalan ada penjaringan fit and proper ya kan begitu. Nanti rapat koalisi Pak Rahmad tinggal memilih yang diajukan ke Pansel, kalau kita tergantung koalisi yang sudah memberikan mandatnya ke koalisi hari ini PDI P tinggal mengeluarkan rekomendasi saja tinggal rekomendasi siapa yang ditunjuk partai, kalau begitu kewenangan DPP," bebernya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Balikpapan juga tidak menampik bahwa di luar dua nama usulan itu, kemungkinan bisa terjadi karena semua kewenangan dari DPP. Hal itu tentu melihat dari kinerja partai selama menjalan sebagai petugas partai.
"Kan petugas partai ketika saya ditugaskan sebagai Wakil Ketua DPRD amanah itu saya jalankan sebaik mungkin, kan begitu sebagai Ketua DPC juga perintah amanat partai akan saya jalan sebaik-baiknya. Ketika nanti DPP atau pimpinan memandang ada evaluasi tidak mampu menjadi Wakil Ketua DPRD ya diganti atau sebaliknya ini berprestasi ya kan dapat reward itu, ya harus dijalankan jika ada perintah partai," tuturnya.
Dia mengaku siap menjalankan perintah partai sesuai dengan arahan dan dijalankan sebaik-baiknya. "Namanya petugas partai mau gak mau ikut taat dan patuh pada pimpinan. Harus siap," tandasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan