Setelah membuka pintu, Gusti kaget bukan kepalang. Lemari di dalam ruangan telah dalam posisi tergeser. Sementara triplek yang befungsi sebagai dinding penyekat ruangan dalam kondisi terlepas.
Kabel-kabel yang menguhubungkan kamera CCTV dengan receiver pun dalam keadaan tercabut. Lebih mencurigakan lagi, brankas berisi uang yang di antaranya setoran pembayaran Cash on Delivery (COD) posisinya berbeda dari biasa.
"Yang bikin saya tahu, layar monitor CCTV itu mati dan lemari miring. Terus saya konfirmasi ke atasan menanyakan hal itu. Sedangkan kunci brankas tergeletak di atasnya," kata Gusti kepada korankaltim.com, Sabtu (13/11).
Adanya uang yang raib baru diketahui usai atasan Gusti tiba di lokasi kejadian dan mengecek brankas. "Brankas gak ada rusak, jadi posisi dalam keadaan baik. Yang tahu kunci brangkas itu ada tiga orang," lanjutnya.
Adapun empat pekerja gudang yang bertugas pada saat kejadian, seluruhnya mengaku tak mengetahui ada yang mencurigakan di ruangan tersebut selama mereka bertugas. Para pekerja gudang ini satu sama lain saling membenarkan bahwa tidak ada sama sekali yang masuk ke dalam ruangan termasuk mereka.
"Pas saya tanyakan ada yang datang, baru salah satu dari mereka bilang R. Dulu Dia bagian keuangan, dia juga mengetahui kode brankas," jelasnya.
Menurut kisah ke empat pekerja gudang, R mendatangi bekas tempat kerjanya itu bermaksud meminjam sepeda motor. R datang ke kantor sekaligus gudang ekspedisi tersebut pada pukul 23.00 Wita malamnya dan kembali sekitar pukul 02.00 Wita.
"Berarti ada selang tiga jam dari saat saya datang. Kebetulan waktu itu kondisi sedang hujan deras. Jadi mungkin pekerja gudang tidak mendengar kalau ada yang mencurigakan di dalam ruangan itu," sambung Gusti.
Setelah melaporkan kejadian ke Kepolisian pagi harinya, beberapa pekerja masih dapat berkomunikasi dengan R melalui pesan singkat. Namun sekira pukul 11.00 Wita, R sudah tidak dapat dihubungi lagi dan keberadaannya tidak diketahui.
Sekitar pukul 15.00 Wita, tepatnya setelah pihak perusahaan memberi keterangan pada kepolisian, barulah R dapat diamankan. Polisi mengamankan R saat berada di indekosnya di kawasan jalan siaga. "Di purwa (Mapolresta Balikpapan), Dia kemudian mengaku melakukan aksi itu, setelah mengembalikan motor," pungkas Gusti.
Pihak Kepolisian masih melakukan penyidikan terhadap tersangka R. Kepolisian belum memberi keterangan resmi mengenai motif dari tindakan tersangka."Besok Senin aja sama-sama kami rilis,"timpal Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan