Materi ruang 5 hari dilaksanakan di Waduk Manggar Balikpapan dan turun ke masyarakat selama 6 hari di tiga titik yakni di daerah Manggar, Samboja dan wilayah sekitar Ibu Kota Negara.
Ketua DPD GMNI Kaltim Andi Muhamad Akbar menuturkan, kaderisasi ini bertujuan untuk menajamkan pemahaman kader terkait ideologi dan situasi kekinian yang sedang berkembang.
"Selain itu kader juga akan diterjunkan langsung ke berbagai titik untuk hidup dan beraktivitas bersama masyarakat. Hal ini bertujuan agar kader dapat memahami situasi langsung yang terjadi di tengah masyarakat dan dapat merespon dengan objektif," sebutnya.
Diharapkan setelah pelaksanaan KTM ini kader GMNI mampu memberikan manfaat dan beraktivitas di tengah-tengah masyarakat. Berbagai konflik dan kebijakan yang merugikan masyarakat, kader GMNI harus hadir dan memberikan advokasi.
"Terjun langsung ke masyarakat juga sebagai tugas GMNI untuk membangun kesadaran politik masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai kritik terhadap berbagai kebijakan yang lahir tidak pernah menyelesaikan persoalan sosial yang ada," paparnya.
GMNI harus memilih jalan intellectual movement, tidak ada jalan lain sebagai gerakan mahasiswa.
"GMNI mengedepankan the power of knowledge sebagai sumber daya politik. Artinya GMNI harus menjadi juru pikir dan juru bicara zaman baru. Bukan juru pukul atau tukang gebuk," tutup Akbar.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur