“Pusat itu ternyata melakukan pemantauan ke daerah tentang penanganan ketangguhan menangani pandemi Covid-19. Kami dapat informasi kalau salah satu kota yang masuk nominasi itu Balikpapan. Kami pun segera mengirim dokumen yang dibutuhkan,” kata Andi Sri Juliarti yang akrab disapa Dio, Kamis (28/10/2021).
Dio mengatakan, Balikpapan menjadi salah satu Kota yang berhasil lolos dan maju pada tahap penjurian self-assessment dalam penghargaan tersebut.
BNPB dan Kemendagri selaku panitia, telah mengirimkan rilis panduan dan meminta daerah untuk segera mengirimkan dokumen pendukung pada 23 Oktober lalu.
“Itu tahap satu, dokumen berisi kuisioner yang harus kita lengkapi dan alhamdullilah kita lolos ke tahap kedua. Nanti Wali Kota Balikpapan dan tim teknis pendukungnya akan maju presentase dan wawancara,” ucapnya.
Dio yang juga selaku juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan itu menyebutkan, yang menjadi indikator penilaian yakni inovasi bidang kesehatan, inovasi pemulihan ekonomi kemudian inovasi penanganan dampak sosial.
Dalam presentasi, Wali Kota akan mengambil cara menangani penanganan Covid 19 kluster pekerja, khususnya pekerja Migas dan tambang yang seperti diketahui sebagai penyumbang kasus terbanyak.
Namun, sekarang perusahaan perusahaan migas dan tambang dan BUMN bersama-sama untuk bisa mengatasi kasus Covid. Sehingga saat ini kasus pekerja Migas dan tambang bukan lagi sebagai lumbung Covid-19.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan