Diterangkannya, jumlah penumpang mengalami peningkatan dan juga perputaran klotok yang semakin banyak, jika sebelumnya hanya sekali saja kini bisa sampai empat putaran.
"Biasanya paling banyak sekali putaran, kalau ini sudah bisa mencapai dua sampai tiga putaran artinya satu kapal itu bisa ngambil dua kali, tiga kali, empat kali paling banyak," sebutnya.
Dijelaskannya, satu kali putaran adalah kapal klotok itu mengambil penumpang di Balikpapan dan di Penajam. Jadi kalau ada tiga kali putaran berarti klotok itu mengangkut penumpang sebanyak enam kali.
"Artinya wilayah Penajam dia ambil tiga kali, wilayah Balikpapan dia ambil tiga kali jadi jumlahnya enam poin tiap hari, Jadi Alhamdulillah sudah ada perbedaan lah," bebernya.
Ia menyebutkan, jumlah kapal klotok sebanyak 44 unit. Kemudian dari jumlah 44 itu dibagi menjadi dua, yang pertama khusus untuk penumpang yang berjalan kaki dan untuk mengangkut motor.
"Untuk penumpang jalan kali 22 klotok yang 22 klotok itu untuk buat motor jadi total ada 44," ucapnya.
Pengelola pelabuhan klotok, Andi Ridwan mengatakan untuk pengguna motor gede seperti Nmax, Tiger, CB, Trail dan sejenisnya kini kembali berjalan.
Beberapa waktu lalu sempat terjadi larangan untuk motor gede dikarenakan salah satu penumpang mengeluhkan dan meluapkan keluhannya di kolom komentar akun Instagram Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud.
"Alhamdulillah sekarang sudah mulai berjalan kembali, motor moge itu karena mungkin miskomunikasi aja, jadi sekarang sudah berjalan kembali," kata Andi Ridwan.
Dijelaskannya, pihak pengelola dengan pemerintah telah menemui kesepakatan yaitu dengan memasukkan jasa angkut untuk motor gede di tiket dan kini tidak lagi harus membayar ke buruh angkat motor.
"Kta satukan pembayaran motor moge itu jadi 56 ribu, kalau motor kecil 36 ribu, jadi naik maupun turunnya sudah dibayar di loket semua, jadi gak ada lagi sudah melalui buruh," tandasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan