Warga yang berdiam di daerah Stalkuda Kelurahan Sepinggan Balikpapan Selatan dan Pantai Sosial di Kelurahan Lamaru Balikpapan Timur melaporkan gelombang tinggi menghantam bibir pantai hingga memasuki kawasan perumahan warga dan pohon tumbang akibat dari hembusan angin kencang kejadian terjadi pukul 19.00 Wita hingga 23.00 wWita.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan - Balikpapan, Erika Mardiyanti mengungkapkan berdasarkan analisa data Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, kejadian gelombang tinggi di beberapa Kawasan pesisir Balikpapan tercatat antara pukul 19.00 Wita sampai dengan 23.00 Wita.
"Puncak pasang surut wilayah Balikpapan tertinggi terjadi pada pukul 19.00 wita hingga 20.00 Wita dengan tinggi pasang air laut 2.8 meter, Kecepatan angin pukul 19.00 Wita hingga 20.00 Wita bervariasi 4 – 16 knot (7 s.d 30 km/jam) dan Keadaan pasang air laut (air dalam posisi naik,Red) disebabkan karena posisi antara Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam segaris lurus. Saat keadaan ini bulan berada dalam fase bulan baru (bulan mati,Red),"tulis Erika dalam siaran pers yang diterima korankaltim.com, Sabtu (9/10/2021) malam.
Dia menyebut berdasarkan prakiraan pasang surut wilayah Balikpapan kondisi ini akan berlangsung hingga Sabtu (10/10/2021) puncak pasang terjadi pada pukul 19.00 Wita sampai dengan pukul 20.00 Wita dengan ketinggian 2.8 meter.
"Informasi prakiraan tinggi gelombang di wilayah Perairan Balikpapan, Perairan Samarinda – Bontang, Perairan Kalimantan Utara, Perairan Sulawesi Tengah Selat Makasar bagian utara, Selat Makasar bagian tengah, Perairan Sulawesi Barat, dan Perairan Kota Baru diprakirakan rendah (0.5 – 1.25 m), perlu diwaspadai cuaca buruk diperairan yang dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di perairan,"katanya.
Untuk siklon tropis kompasu lanjut Erika, terpantau di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot dan tekanan 992 hPa dengan pergerakan hampir tetap dan intensitas yang meningkat.
" Sistem ini membentuk daerah belokan angin (konvergensi,Red) di Kalimantan Timur. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah konvergensi tersebut,"ujarnya.
Terkait dengan kondisi cuaca pada periode ini menurutnya akan didominasi dengan kondisi cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan lebat diprakirakan akan terdapat di Kalimantan Timur.
"Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang yang disertai kilat atau guntur diprakirakan hampir di sebagian besar wilayah di Kalimantan Timur Bagian Utara seperti di Berau, terjadi pada pagi dan malam hari. Kalimantan Timur Bagian Timur seperti Bontang, Kutai Timur, Samarinda, dan Kutaikartanegara bagian timur pada pagi dan malam hari," sebutnya.
Sedangkan untuk Kalimantan Timur bagian barat sepertinya Kutai Barat, Mahakam Ulu dan Kutai Kartanegara bagian barat terjadi pada siang dan malam hari dan Kalimantan Timur bagian selatan seperti Balikpapan, PPU dan Paser terjadi pada pagi hari dan siang hari.
"Masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, hujan es, dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, gelombang tinggi, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin di wilayah Kalimantan Timur,"tandasnya.
penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan