Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan sudah berkoordinasi dengan seluruh Kepala Sekolah untuk melakukan PTM mulai Senin ini.
"Zoom meeting dengan seluruh kepala sekolah SD, SMP negeri dan swasta, dilanjutkan seluruh pengelola PAUD. jadi intinya InsyaAllah hari Senin Kamis sudah akan melaksanakan PTM terbatas," kata Muhaimin, Jumat (8/10/2021).
Pelaksanaan PTM itu tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Di antaranya kapasitas kelas, waktu durasi pelajaran dan waktu pelaksanaan PTM.
"Khusus PAUD dia hanya boleh dalam satu ruangan hanya diisi oleh lima peserta didik, jadi tidak boleh lebih dari lima, dia hanya boleh 33 persen. Tapi kalau SD dan SMP dia boleh 50 persen," ujar Muhaimin.
Kemudian untuk waktu durasi pembelajaran juga berbeda antara SMP, SD dan PAUD. Untuk SMP dan sederajat itu hanya maksimum tiga jam dalam satu pertemuan, kemudian yang SD dua jam dan yang PAUD satu jam. Dengan waktu maksimum jam 12.00 Wita, yang dimulai dari jam 07.30 Wita.
"Yang muridnya banyak berarti dia bisa double shift, tapi yang muridnya sedikitnya dia hanya satu kali saja. Muridnya banyak nanti dia masuk jam 7.30 sampai dengan jam 9.30, nanti jam 10.00 masuk lagi sampai jam 12.00, itu di kelas yang sama," jelasnya.
Karena masih masa transisi, Muhaimin menjelaskan pelaksanaan PTM hanya dilakukan per kelas hanya boleh dua kali dalam seminggu.
"Misalnya SD kelas 1-6. Senin-Selasa kelas 1 kelas 2, Rabu-Kamisnya kelas 3-4, kemudian Jumat Sabtunya kelas 5 dan kelas 6. Berarti kalau yang kelas 1 kelas 2 masuk berarti kelas 3,4,5,6 daring. begitu juga dengan yang SMP gantian mereka," paparnya.
Selanjutnya, protokol kesehatan harus sesuai dengan standar yang di tetapkan pemerintah pusat. Setidaknya yang harus diperhatikan yaitu menyiapkan handsanitazer, termogen, tempat cuci tangan, toilet yang bersih.
"Kita minta Jumat, Sabtu dan Minggu ini sekolah-sekolah melaksanakan kerja bakti untuk mengecek kembali," tandasnya.
Kemudian juga harus tetap ada persetujuan orang tua, jadi yang ingin ikut PTM mereka harus ada persetujuan orang tua. Kalau misalnya tidak tatap muka mereka tetap diberikan hak untuk belajar secara daring.
"kalau dia memilih PTM maka tolong untuk dipersiapkan kelengkapan peserta didiknya, harus membawa masker cadangan, hand sanitizer dan membawa makanan dari rumah. kemudian bersedia mengantar dan menjemput dan yang lebih penting adalah membuat surat pernyataan," terangnya.
Dikatakannya, kalau ada sekolah yang terpapar Covid-19, terpaksa harus diberhentikan pelaksanaan PTM di sekolah itu.
"Mudah-mudah tidak ada accident apa-apa tapi kalau misalnya toh ada yang terkonfirmasi maka pembelajaran tatap muka sementara dihentikan," tandasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan