Kamis (7/10/2021) pukul 11.15 WITA siang tadi, awak media mendatangi lokasi yang diduga sebagai tempat dilakukan pencabulan.
Tidak ada aktivitas belajar mengajar di lokasi tersebut, hanya terlihat dua pekerja yang sedang membangun sebuah gedung. "Gak ada kegiatan mas, lagi libur," ucap seorang pekerja.
Awak media kemudian mencoba menkonfirmasi kepada terduga pelaku yang merupakan pengasuh lembaga pendidikan. Kepada wartawan dirinya menyatakan tuduhan tersebut merupakan musibah.
"Terkait dengan tuduhan-tuduhan yang berkembang itu, pertama saya menganggap ini musibah bagi saya dan keluarga," ucap terduga yang enggan dipublikasikan identitasnya.
Dia menjelaskan apa yang sudah dilakukan merupakan bentuk keakraban antara pengasuh dengan peserta didik tanpa ada maksud apapun.
"Saya ini punya kebiasaan bergaul dengan anak-anak apalagi para murid itu sudah saya anggap anak-anak saya sendiri," ucapnya.
Hubungan yang terjalin semata untuk mendekatkan antara pengasuh dan peserta didik agar suasana juga menjadi lebih akrab. "Dengan keakraban dan kedekatan itu bisa cair segala persoalan yang ada yang terjadi pada anak-anak di lokasi itu. Sehingga dalam memperlakukan anak-anak itu seperti bapak dengan anaknya, mungkin orang bisa menganggap ini berlebihan. Tetapi itulah kebiasaan saya dan saya gak membedakan satu dengan yang lainnya, semua saya perlakukan seperti layaknya bapak dengan anak," paparnya.
Secara terbuka dirinya mengakui kalau kebiasaan tersebut dianggap sesuatu yang tidak wajar, akan tetapi menurutnya masih dalam batas normal.
"Gak ada unsur nafsu birahi dan lain-lainnya, tidak membeda-bedakan, hampir semuanya saya perlakukan seperti itu," ungkapnya.
Ditanya terkait bentuk keakraban antara dirinya dan peserta didiknya, dia memberikan contoh bentuk keakraban itu seperti merangkul.
"Misalnya, anak anak lagi kumpul, wah anakku yang cantik ini, itu ekspresi saya. Sini sini, tak rangkul, itu tidak ditempat yang sunyi tapi itu tempat umum biar kawan kawan saya yang datang mungkin melihat saya dengan anak-anak itu dekat," bebernya.
Tidak hanya itu, dia juga kerap menyuapi peserta didik saat sedang makan. "Kalau ada anak yang lewat pas saya makan saya panggil lalu disuapi dengan satu suapan, dengan harapan agar tercipta kedekatan dan menanamkan doa keberkahan untuk si anak," akunya.
Terkait tindakan unsur cabul yang dituduhkan kepadanya yaitu memegang bagian dada peserta didik perempuan dia membantah. "Saya tidak pernah ada melakukan kaitannya dengan pornografi itu, saya juga heran kenapa ini terjadi ada laporan seperti itu saya curiga ada yang mengkondisikan," katanya.
Terkait adanya laporan orangtua dari peserta didiknya ke kepolisian atas tuduhan pencabulan, dia mengaku menunggu perkembangan. "Dan saya akan menyampaikan dengan apa adanya, sejujurnya insa Allah. Saya menunggu dulu, saya tidak akan menyerang, sebenarnya itu orang-orang yang akrab dan baik dengan saya sebenarnya, sebenarnya gak ada masalah dengan saya," tambahnya.
Atas kejadian tersebut dirinya mengaku terpukul dan sejenak menenangkan diri di mana saat ini sudah mengundurkan diri sebagai pengasuh lembaga pendidikan.
"Saya mengundurkan diri, demi kepentingan yang lebih besar untuk menetralisir persoalan ini. Terjadi pro dan kontra di internal anak didik dan wali wali, artinya saya pasrah tidak ambisi juga, saya juga tidak melakukan perlawanan- perlawanan, mudah-mudahan semua pihak dibukakan hatinya untuk sama-sama beritikad yang terbaik untuk ini," harapnya mengakhiri pembicaraan.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur