"Saat itu tiba -tiba air masuk, saya bersama anak saya langsung naik ke atas rumah. Tiba -tiba terdengar suara ambruk sebanyak dua kali. Mungkin siring yang bersebalahan dengan parit jebol, airnya menutupi parit sehingga membuat air berputar-putar membuat siring yang menopang dinding dapur saya jebol," katanya.
Untung saja saat kejadian tidak ada orang yang melakukan aktifitas di dapur ataupun di kamar mandi hingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa. "Pada saat dapur ambruk saya bersama yang lain sudah berada di atas, posisi dapur kan di bawah,"ujarnya.
Pasca kejadian pihak RT serta Kelurahan sudah melakukan inventarisasi kerusakan. "Untuk sementara ini tinggal di rumah saja ada ruangan yang masih aman. Karena gak ada keluarga di sini saya sendiri dan sama anak-anak saja,"tuturnya.
Dirinya masih khawatir jika terjadi hujan deras karena bangunan rumah berada di lereng."Masih was-was, dan mudah-mudahan gak terjadi apa-apa. mau bagaimana lagi. Tapi kalau memang hujan kami semua naik ke atas rumah,"paparnya.
Atas kejadian tersebut janda empat anak ini berharap bantuan dari pemerintah untuk melakukan perbaikan parit yang tidak jauh dari rumahnya agar air tidak masuk melewati rumah. "Karena kalau tidak ditangani secara cepat kami takut longsornya malah melebar kemana-mana," tutupnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan