Ruslan Kordinator warga RT 42 Jalan Tumaritis Graha Indah, Balikpapan Utara sangat mengharapkan pembangunan masjid segera terlaksana terutama meningkatkan pemahaman soal agama Islam.
"Kalau untuk warga sendiri bisa dibilang 70 persen masih agak kurang pemahaman terkait agama, tapi dari anak-anak insya Allah di rumah ada pembelajaran semacam TPA," kata Ruslan.
Warga di kawasan Kampung Pemulung tersebut juga antusias akan berdirinya masjid sebagai sarana pendukung mempelajari agama Islam.
"Sembari proses pembangunan warga juga kami ajak untuk melakukan pengajian di rumah dan mereka juga antusias mendukung semua," sebutnya.
Sementara Ketua MUI Balikpapan Habib Mahdar Abu Bakar Al Qadri mengaku akses jalan menuju kampung pemulung tersebut sangat sulit dikarenakan masuk daerah terpencil namun warga sudah banyak.
"Jalan masuknyasusah, apalagi di sini saya liat pemulung semua tentunya ini sangat baik untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat, memberikan siraman rohani kemudian untuk anak-anak mereka sehinggan bisa ikut pendidikan, menjaga diri dan berbakti kepada kedua orang tua berguna bagi nusa dan bangsa agar dijauhkan dari berbagai hall terutama narkoba, " ujar Habib Mahdar.
Penanaman nilai-nilai akhlak harus dilakukan sejak dini sebagai benteng keimanan. "Karena akhlak dan aqidah ini yang penting. Harus ditanamkan sedini mungkin tentang aqidah dan akhlak ini, sehingga mereka ada pegangan untuk hidup sehingga bisa hidup dunia dan akhirat yang berhajrah," imbuhnya.
Founder Creative Movement Balikpapan Ana menambahkan, pembangunan masjid di kawasan Kampung Pemulung tersebut menitikberatkan nilai-nilai agama masyarakat agar dapat meningkat.
"Sebenarnya kalau tujuan kami dari awal bukan hanya untuk pembangunan masjid, tapi menciptakan nilai-nilai masyarakat lebih tepatnya ke pemberdayaan ibu-ibu di kampung sini dan berdampak ke program yang lain," kata Ana.
Masyarakat di Kampung Pemulung ini sangat membutuhkan berdirinya masjid untuk ibadah khususnya salat Jumat.
"Contohnya seperti saat ini, sebelumnya kan masyarakat di sini susah untuk beribadah dan kebetulan ada tanah wakaf maka kami realisasikan untuk pembangunan masjid, sebelumnya musala tapi dibelakang ada musala kecil jadi lebih ke masjid biar bisa dipakai untuk salat Jumat," jelas Ana.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur