Komjen Pol Boy Rafli Amar : Ideologi Pancasila adalah yang Terbaik di Tengah Perbedaan dan Kemajemukan
2 menit baca296 kali dibaca

2 menit baca296 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Di tengah masifnya aksi kekerasan yang menjurus pada aksi terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan upaya pencegahan. Perlu adanya upaya kebersamaan lintas sektor baik dari unsur tokoh adat, tokoh agama hingga pemerintah daerah dalam upaya antisipasi berkembangnya paham radikalisme.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat menggelar kegiatan Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional dalam Rangka Penanggulangan Terorisme di Balikpapan, Senin (20/9) siang.
"BNPT berada di Balikpapan menggelar program Kesiapsiagaan Nasional tentu berkaitan untuk bersama-sama membangun kesadaran perlunya terus memelihara kewaspadaan dini yang tentunya dalam hak ini perlu peran serta aparat pemerintahan di Kaltim serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama,"ungkapnya.
Dia menjelaskan ideologi kekerasan dapat mengarah pada aksi terorisme yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. "Tentu harus terus waspada adanya pengaruh ideologi kekerasan berbasis yang mengarah kepada tindakan terorisme karena ideologi kekerasan ini ideologi yang bertentangan ideologi Pancasila kita bangga punya Pancasila oleh karaenanya kita sama-sama mengingatkan semua pihak ditengah kehidupan bangsa dan bernegara ini ada saja orang tertentu terafiliasi entitas internasional yang berusaha mendukung simpatisan dari anak bangsa kita,"paparnya.
Dia meminta kepada masyarakat Kaltim khususnya agar tidak lengah dengan aksi kekerasan yang dianggap benar menurut segelintir kelompok. "Jangan sampai lengah kalau lengah bisa bisa apa yang dikatakan oleh mereka adalah kebaikan padahal ini ideologi kekerasan yang menghalalkan kekerasan destruktif menyakiti orang lain dianggap membunuh sebagai hal biasa ini jauh dari nilai pancasila,"tegasnya.
Menurutnya landasan ideologi Pancasila wajib dijaga keutuhan sebagai kekuatan utama dalam menanggulangi paham kekerasan. "Kita bangga punya nilai pancasila oleh karena itu kita bangga harus menjadi kekuatan utama dalam membangun suasana kehidupan bangsa dan bernegara yang harmoni, bukan untuk penuh dengan semangat merayakan perbedaan. Karena perbedaan itu yang dimiliki Indonesia adalah perbedaan anugerah yang harus dipelihara dan jaga dari generasi ke generasi," pintanya.
Dia menambahkan ada kelompok-kelompok yang terus mencoba menghilangkan ideologi Pancasila dengan menawarkan ideologi lain yang mengatasnamakan perbedaan. "Banyak yang mencoba merongrong ideologi negara kita, menawarkan ideologi lain tapi sampai hari ini bahwa ideologi Pancasila adalah yang terbaik di tengah perbedaan dan kemajemukan kita itulah persatuan dan kebersamaan saling menghargai dan menghormati dalam setiap kehidupan berbangsa dan bernegara lintas etnis lintas agama,"tandasnya.
Penulis: */Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG