Kondisi yang memprihatinkan tersebut menjadi "tamparan" yang menggugah kaum milenial Balikpapan bernama Gerak Kecil berencana melakukan kegiatan bersih pantai. Inisiator Gerak Kecil, Faiz menuturkan rencana kegiatan yang bertajuk Pesisir Bersih tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (4/9/2021) sore dimulai pukul 15.00 Wita.
Bersih pantai sebagai gerakan yang dimulai dari hal kecil bersama para kaum milenial melihat kondisi pantai yang kotor. "Kegiatan pesisir bersih merupakan ide dari rekan-rekan gerakan kecil setelah melihat kondisi pesisir tersebut sangat memprihatinkan,"ujarnya.
Dia juga membuka ruang kepada siapapun untuk ikut bergabung membersihkan pantai dari sampah yang didominasi limbah rumah tangga. Kegiatan tersebut juga menggandeng Bank Sampah Kota Hijau, Ecoenzim, serta kaum milenial lainya yang tentunya juga sudah bekerja sama dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan untuk pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.
Di lokasi Pantai tersebut juga ada Coffeshop bernama Japai kopi yang juga turut andil menyukseskan kegiatan tersebut. Pihaknya akan menyediakan 50 cup free Kopi kepada para peserta. " Untuk kegiatan tersebut merupakan hasil iuran dari Japai Kopi dan kaum milenial akan memberikan free 50 cup kopi dan camilan" sebutnya.
Tentu ada syarat yang ditentukan yakni, peserta wajib menukar Kopi dengan sampah yang didapat dalam kegiatan tersebut. "Karena cuman 50 maka syarat dan ketentuan berlaku, salah satunya dengan tukar sampah," tutupnya.
Pengelola Bank Sampah Kota Hijau, Abdul Rahman mengapresiasi kegiatan tersebut yang mana para pemuda bisa tergerak dan peduli dengan lingkungan. "Ini sih bagus karena memang untuk memperbaiki lingkungan apalagi menjadi penyangga IKN nantinya otomatis tempat-tempat wisata itu dibutuhkan," timpalnya.
Rencana kegiatan para kaum milenial katanya harus disupport penuh oleh semua pihak. Optimisme harus ditanamkan sejak dini kepada para pemuda untuk peka terhadap lingkungan. "Memang pemuda harus terlibat dalam pengelola lingkungan harus generasi milenial, kami optimis mereka bisa,"katanya.
Sebelumnya, ia sudah melihat kondisi sampah-sampahnya, menurutnya sampah tersebut tidak memiliki nilai jual. Oleh sebab itu, sampah-sampah tersebut rencananya akan dibawa ke TPA. "Jadi rencananya kita minta bantuan armada untuk mengangkut sampah-sampah ini ke TPA karena ini sudah tidak bisa diapa-apain," jelasnya.
Kendati demikian ia berharap setelah kegiatan tersebut terwujud, pantai tersebut akan menjadi tempat wisata yang otomatis banyak memiliki sampah-sampah dengan memiliki nilai ekonomis atau nilai jual.
"Setelah kegiatan ini kalau bisa ditanam mangrove, dan untuk sampah agar tidak terulang lagi maka kita berencana akan membersihkan ke hulu dan mengajak semua RT yang terlibat agar tidak membuang sampah kesungai yang larinya nanti kehilir sini (pantai damba)," harapnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan