Imbasnya, daerah Kariangau yang merupakan kawasan Industri membuat para pekerja terlambat masuk kerja lantaran tak berani menerobos genangan air.
Tak hanya motor, kendaraan roda empat pun enggan menerobos banjir karena takut mogok di tengah genangan. Praktis masyarakat dari dan ke wilayah Balikpapan dari Penajam Paser Utara via Pelabuhan Fery Kariangau tersendat.
Ketua RT 12 Kariangau, Balikpapan Barat, Sudarto menjelaskan banjir tersebut lantaran hujan yang mengguyur sejak Jumat (27/8/2021) malam hingga Sabtu (28/8/2021) pagi. Akhirnya sekira pukul 04.30 Wita air pun "tumpah" dan menggenangi kawasan RT 12.
“Dari subuh sudah mulai naik air, dan sekarang semakin dalam, motor dan mobil pun tidak bisa melintas,” katanya.
Sempitnya drainase di kawasan itu membuat air tidak lancar mengalir yang seharusnya menuju Sungai Somber.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kariangau, Bejo Pawiro Utomo meminta kepada pemerintah agar segera melakukan normalisasi drainase.
“Perlu dilebarkan dan diluruskan supaya dapat mengatasi debit air yang cukup banyak dan deras. Normalisasi sungai juga harus sampai ke laut,” jelas Bejo.
Tidak hanya itu sejumlah rumah warga pun terdampak akibat bajir yang terjadi, terlebih mereka yang tinggal berdekatan dengan aliran air. “Ada beberapa rumah warga yang terendam banjir, karena memang berdekatan dengan aliran sungai,” ujarnya.
Bejo berharap, pemerintah kota serta pihak-pihak terkait dapat segera turun tangan mengatasi permasalahan banjir ini.
Terlebih banjir yang terjadi sudah menjadi langganan usai turun hujan. Lokasi banjir tersebut merupakan akses utama yang merupakan jalur lintas provinsi yang menghubungkan Kaltim dan Kalsel.
“Akibat banjir ini segala aktivitas warga jadi terhambat, mau aktivitas ke luar rumah tidak bisa,” tandasnya.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Lurah Kariangau M Iskandar mengatakan pihaknya pernah melakukan normalisasi drainase. Akan tetapi normalisasi drainase tersebut hanya sepanjang 500 meter saja sehingga tidak maksimal.
“Sedangkan yang jadi persoalan di depan Bizhub 52 ada penyempitan, jadi aliran air tidak lancar,” katanya.
Diperkirakan panjang aliran air tersebut sekira 2 km. Dia meyakini ketika aliran tersebut dilakukan normalisasi dan diperlebar, banjir seperti yang terjadi saat ini tidak mungkin kembali terjadi.
Foto: Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan