Tak hanya mengirimkan video, dalam pesan di medsos itu AS juga menuliskan kalimat bernada ancaman. "Kamu enggak akan bisa ketemu anakmu lagi. Mau dibawa ke Penajam besok pagi,"ucap SE menirukan tulisan yang dikirim AS saat melaporkan kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Balikpapan.
SE yakin anaknya dianiaya AS karena ada bekas cakaran di pipi dan mulutnya. "Dia (AS) mengaku tidak memukul, cuma bilang “lihat gara-gara kamu si anakmu kejatuhan tilam (Kasur)," kata SE lagi menirukan isi percakapan.
SE sendiri saat menerima video itu berada di Samarinda menghadiri pertemuan keluarga. "Saya posisi di Samarinda, anak saya sama dia (AS). Saya langsung pulang ke Balikpapan dan melapor ke polisi bersama keluarga saya," jelas SE lagi.
Diakui sikap AS memang tergolong tempramen dan bersikap kasar baik terhadap anak kandung AS dan anak kandung SE."Selama dua tahun sama dia, saya pernah dipukul 2 kali. Anak kandungnya juga kalau salah sedikit dia main tangan," ungkap SE.
Usai melapor, Tim PPA Satreskrim Polresta Balikpapan langsung menjemput AS yang tinggal di kawasan Telaga Sari Balikpapan Kota.
Pria berbadan kekar berambut gondrong dikeler petugas berpakaian preman ke Polresta Balikpapan sekira Pukul 23.30 WITA malam tadi. "Saya disuruh visum anak saya dulu, ini jelas ada luka dimulut anak saya sama luka cakaran," sebut SE.
Polisi sudah memintai keterangan AS di ruang Unit PPA Satreskrim Polresta Balikpapan.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur