Penyebab utama kecelakaan lalu lintas antara lain faktor manusia (61%) yang berkaitan dengan kemampuan serta karakter pengemudi, faktor prasarana dan lingkungan (30%) dan faktor kendaraan (9%).
Direktur Adira Insurance, Wayan Pariama mengatakan pihaknya menggagas program “I Wanna Get Home Safely” (IWGHS) yang merupakan sebuah kampanye menggaungkan pesan keselamatan jalan bagi masyarakat.
"Kini sudah berjalan selama lebih dari 10 tahun dan kami melihat, untuk meningkatkan kesadaran berperilaku aman dan selamat, diperlukan edukasi keselamatan berkendara yang meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengguna jalan," kata Wayan Pariama, Jumat (2/4/2021).
Tahun ini, menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19, Adira Insurance melakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan IRSA demi mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta.
"Kami telah melakukan studi pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," ungkapnya.
Studi itu melalui Road Safety Behavior Research yang difokuskan pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. "Keselamatan jalan merupakan tanggung jawab kita bersama," ucapnya.
Riset ini dilakukan dalam periode 3 bulan sejak Oktober 2020 berdasarkan 1.500 responden yang tersebar di 15 Kota besar di Indonesia diantaranya DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Balikpapan dan Samarinda.
Hasil riset menunjukkan rata-rata indeks keselamatan berkendara di Indonesia mencapai 76 persen. Nilai tersebut didapat dari aspek pengetahuan mencapai 87 persen, aspek sikap mencapai 83 persen serta aspek perilaku memiliki indeks terendah yaitu 58 persen.
“Kami berharap riset ini dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan dari pemetaan profil berkendara dan mengukur risiko dari perilaku masyarakat di jalan," tuturnya.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan