"Ikan ini kan cepat rusak, bisa busuk kalau kami tinggal," katanya sambil menunjuk ikan layang berukuran besar di lapaknya. Aldi tahu adanya instruksi penghentian kegiatan masyarakat pada Sabtu dan Minggu sehingga ia memanfaatkan kelonggaran satu hari yang diberikan Pemerintah Kota Balikpapan khusus untuk pasar tradisional.
"Nggak ada jalan lain. Daripada busuk. Pemberitahuan hari pertama kemarin juga mendadak," ujarnya. Tak sedikit uang untuk berjualan ikan. Modal ikan layang saja Rp30 ribu untuk satu kilogram Aldi biasa mengambil 100 sampai 200 kilogram ikan layang dari nelayan.
"(Ikan) layang ini sudah saya jual Rp25 ribu, biasa Rp35 ribu sekilo. Mau nggak mau jual rugi karena gak ada es. Pabriknya di kampung baru tutup. Kalau tidak dikasih es, ikan cepat busuk," papar Aldi. Kebijakan gubernur untuk menekan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terkesan mendadak.
Tersebar Jumat pagi (5/2/2021), dan membuat masyarakat melakukan aksi borong di pasar. "Hari itu pembeli panik, sampai di pinggir jalan. Kasihan warga dan pedagang," ungkapnya. Ida, seorang ibu rumah tangga belanja ikan di Pasar Pandansari. Dirinya lebih memilih waktu pelonggaran ketimbang belanja di hari Jumat lalu.
"Saya tinggal dekat pasar. Sabtu kan pasar tutup, kalau Jumat lalu itu harganya gila-gilaan," kata Ida. Perempuan berjilbab dan mengenakan gamis ini membenarkan terjadi aksi borong oleh warga yang membeli kebutuhan pokok untuk persediaan dua hari. "Ramainya sampai jam 12 malam," pungkasnya (*)
Penulis : Hendra
Editor : Aspian Nur