"Kita kehilangan orang yang kita sayangi, seorang sahabat, calon pemimpin kota yang terbaik," kata Rizal Effendi saat prosesi pelepasan jenazah, Rabu malam (27/1/2021).
Rizal mengaku selalu mengikuti perkembangan kesehatan sejak almarhum masuk rumah sakit dan terkonfirmasi positif. "Saya mendapat terus kabar detik per detik dari tim dokter," ucapnya.
Dirinya pun merasa banyak utang budi dengan Thohari Aziz semasa hidup. Kerap bertemu dan berdiskusi untuk membangun Balikpapan.
"Banyak dukungan kepada saya, terlebih ketika PDI Perjuangan mengusung dan mendukung saya untuk menjadi Wakil maupun Wali Kota Balikpapan," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle menyatakan duka dan bersaksi almarhum Thohari Aziz sebagai orang yang baik sebagai politikus maupun pemimpin.
"Beliau bersama-sama kami di DPRD. Alhamdulillah, beliau terpilih saat Pilkada. Tapi, Allah berkehendak lain. Allah sayang beliau," tuturnya singkat.
Almarhum Thohari Aziz terkonfirmasi positif sejak masuk RSPB pada 15 Januari lalu. Kondisinya sempat membaik dan menjalani tes swab pertama dengan hasil negatif.
"Kami juga lakukan tes swab yang kedua. Ternyata kembali positif. Almarhum juga punya penyakit komorbid. Diabetes," jelas Direktur RSPB, Khairuddin.
Kondisi kesehatan Thohari Aziz menurun sejak 22 Januari 2021, hingga harus diberikan bantuan menggunakan ventilator. Pasalnya, ada keluhan sesak pernapasan.
"Jadi kami pindahkan ke ICU karena terjadi pemberatan. Tensi drop. Saturasi sempat turun di bawah 90. Kami upayakan dengan obat-obatan dan tindakan pakai IvIG, semacam plasma konvalesen serta injeksi stem cell sebagai langkah terakhir," terangnya.
Thohari Aziz, lahir di Magetan 12 Juli 1970. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Risti Utami Dewi dan dua putra yakni Amru Revo Adianto dan Baskoro.
Penulis: Hendra
Editor : Rusdi