"Itu dapat mencederai hubungan baik kedua negara," kata Jamaluddin kepada KoranKaltim.Com, Rabu (30/12/22/2020).
Dirinya menyarankan agar seluruh pihak menahan diri serta tidak kembali mengunggah dan menyebarkan video yang sarat kontroversi itu. Begitu pula dengan para netizen di Indonesia.
"Sebaiknya pembuat dan pengunggah setop menyetop beredarnya video itu," lanjut pria yang akrab disapa Jamal ini.
Mantan aktivis gerakan angkatan 2003 itu berpendapat negara harus hadir jika ada pihak yang sengaja mengganggu simbol-simbol Republik Indonesia. "Harus diusut tuntas, jangan jadi provokasi," tandasnya tegas.
Sebelumnya video itu ditayangkan oleh akun My Asean di kanal Youtube dengan durasi 1.31 detik pada 28 Desember 2020 lalu. Bahkan telah ditonton ratusan ribu kali.
Media ini mencoba menelusuri di Youtube. Namun video itu kini tak ada lagi di kanal media sosial berperon streaming internet itu.
Bahkan akun My Asean pun tak ditemukan. Kemungkinan besar telah di-take down atau diturunkan.
Kendati Youtuber lainnya banyak yang menayangkan kembali untuk membuat konten reaksi. Tersebar pula di pelbagai grup Whatsapp.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan