Berdasarkan keterangan warga setempat korban yang tercatat sebagai warga Perum Metro Pelangi Blok F nomor 23 RT 67 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara tersebut hendak pulang dari sebuah bengkel.
Ketika melintasi jalan, ada sebuah truk roda 10 bermuatan kontainer yang melaju kencang dari arah simpang Wika ke simpang Pasar Buton. Rupanya korban tersenggol truk dan terjatuh hingga tubuhnya terlindas roda truk. Korban pun tewas di tempat.
“Dia itu tadi dari seberang. Itu kan bengkel bekas dia kerja. Nah memang dia itu kena stroke jadi jalannya lambat. Truk itu laju dari sana karena mau naik,” ungkap Jenita Kristian, warga setempat.
Dia menuturkan aktivitas korban menyeberang jalan kerap dilakukan lantaran bengkelnya berada di seberang jalan menuju rumahnya. " Dia memang tiap hari nongkrong di situ (bengkel). Kan banyak temennya. Mungkin tadi pas dia mau pulang makan, makanya menyebrang. Tapi biasanya baik-baik aja,” tambahnya.
Mendapatkan laporan tersebut Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol Irawan Setyono langsung memimpin jalannya olah TKP. Dia mengatakan pada saat iu kondisi jalan raya saat itu sedang basah akibat diguyur hujan dan posisi berada di tanjakan sehingga penglihatan sopir tidak terlalu jelas ke arah depan.
"Saat ini kita masih olah TKP dulu ya. Namun berdasarkan informasi saksi-saksi di TKP, korban memang saat kejadian hendak menyeberang jalan ini. Namun karena kecepatan kendaraan tersebut, kecelakaan tersebut tidak terelakkan," jelasnya.
Sopir truk bernomor Polisi B 9051 SYU bernama Windu Yuliwarsa saat ini diamankan oleh petugas ke Makopolresta Balikpapan. Berdasarkan keterangan sopir sebelumnya sudah membunyikan klakson sebagai tanda peringatan. Akan tetapi karena korban yang memiliki riwayat penyakit stroke, sehingga tidak dapat berjalan cepat selain itu pendengarannya juga terganggu. “Korban ini sakit stroke, mungkin saja tidak dengar saat truk berulangkali mengeluarkan klakson saat turunan,” tandasnya.
Penulis Yudi Hadi
Editor Bambang Irawan