"Dalam berpolitik saya rasa sudah menjadi hal yang biasa berpindahnya keputusan dari satu koalisi ke koalisi yang lain itu sudah hal biasa Partai Perindo saya selaku Ketua DPD hanya mendengar dan menuruti satu arahan perintah. Kalau DPP sudah memerintahkan untuk bergabung ke koalisi Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz saya tidak punya pilihan lain,"ungkap Donny kepada media ini Minggu (30/8/2020).
Sikapnya merupakan cermin dari bentuk kepatuhan terhadap keputusan DPP Perindo karena jika tidak patuh ada konsekuensi yang diterima.
"Karena konsekuensinya jelas tidak patuh tidak taat sanksinya berhenti atau diberhentikan . Saya selaku kader dan pengurus yang memegang teguh asas ketaatan saya patuh," sebut Donny.
Penilaian DPP Perindo sudah dilakukan berdsarkan survei dengan menitik beratkan pada peluang untuk menang.
"Kalau pemikiran DPP saya tidak bisa intervensi namun dalam suatu perhelatan politik tentu mengacu kepada hasil survei kepada peluang untuk satu kepastian tentu ada barometer tersendiri,"ujarnya.
Selain itu internal DPD Perindo Balikpapan juga sebelumnya melakukan survei internal di mana nama Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz menduduki peringkat atas.
"Tetap kami dari internal juga melakukan survei hasilnya memang sampai detik terakhir Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz namun yang mendaftar di kami itu yang kami lanjutkan dan ternyata dimenit terakhir ada pendaftaran masuk semua partai kami diakomodir dan semua melalui jalur yang benar," papar Donny.
Surat Namun Keputusan (SK) dukungan dari DPP Perindo sebagai partai pendukung Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud dan Thohari Aziz belum diterima.
"SK sampai hari ini masih dalam perjalanan karena melalui DPW ke DPD dengan hadirnya saya di sini menyatakan arah dukungan saya,"tutup Donny. (*)
Penulis: Yudi Hadi
Editor; Aspian Nur