"Kami harus gunakan teknik sambung selang karena kendaraan tak bisa masuk. Hidran juga agak jauh sekitar 400 meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Suseno, Minggu malam (2/8/2020).
Angin yang berembus kencang turut menjadi tantangan karena membuat api semakin sulit ditaklukkan. "Banyak warga yang menonton juga jadi hambatan," sambungnya.
Kebakaran yang terjadi sekira pukul 21.30 WITA itu sempat padam. Namun api kembali menyala hebat ketika kendaraan pemadam sedang mengisi air dari hidran.
"Angin kencang bikin api menyala lagi. Bangunan yang mayoritas kayu juga jadi bahan bakar tersendiri," sebutnya.
BPBD mengerahkan petugas dan kendaraan pemadam kebakaran kecuali dari Unit Balikpapan Timur dan Unit Km 11 Balikpapan Utara. Ada juga bantuan komunikasi dan jalur dari Banda Indonesia termasuk Orari dan relawan lainnya.
"Kalau di total dengan armada bantuan seperti unit Pertamina ya mungkin sampai 20 unit," ucapnya.
Kebakaran 14 rumah ini membuat 24 Kepala Keluarga dengan 77 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sementara asal mula api sedang diselidiki pihak kepolisian.
"Api pertama dari rumah warga yang sedang dirawat di rumah sakit karena sudah lanjut usia," ungkap Ketua RT 09 Kelurahan Prapatan, Rasyid singkat.
Penulis: Hendra
Editor: Desman Minang